HEADLINE NEWS

Tak Hadiri Kunjungan Gubernur, Dua Kadis Dicopot

KENDARINEWS.COM — Wali Kota Baubau, AS Tamrin, mengambil skiap tegas. Pernyataannya yang akan melakukan evaluasi bahkan nonjob bagi pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), benar dilakukan. Dua kepala OPD di kota pemilik benteng terluas di dunia itu dinonjob. Hal itu sebagai buntut ketidakhadiran mereka saat kunjungan kerja Gubernur Sultra, Ali Mazi di Kota Baubau, akhir Januari lalu. “Ada dua orang saya sudah nonjob sebagai kepala OPD. Tapi ini jangan disalahtafsirkan bahwa saya sentimen pada yang bersangkutan. Ini namanya pembinaan,” kata AS Tamrin.

Baubau-1 tersebut menjelaskan, proses evaluasi kepala OPD lingkup Pemkot itu karena tidak hadir dalam pertemuan bersama Gubernur Sultra beberapa waktu lalu, dengan menerapkan prinsip-prinsip reward and punishment. Jika ada pegawai melakukan pelanggaran disiplin maka akan dievaluasi untuk pembinaan. Sebaliknya, apabila seorang pegawai berprestasi maka akan mendapatkan reward. “Makanya kalau mereka baik-baik lagi, maka tidak menuntut kemungkinan satu dua bulan kedepan bisa saya angkat lagi,” janjinya.

AS Tamrin sangat menyayangkan sifat malas dan tidak disiplin para pejabatnya. Seharusnya sebagai kepala OPD, kedatangan gubernur harus disambut, diundang maupun tanpa undangan. Namun kenyataan tidak demikian. Dalam pertemuan membahas tentang korelasi pembangunan antara provinsi dan daerah, banyak kepala OPD Baubau yang tidak hadir. “Saya tahu yang tidak hadir dalam kunjungan gubernur ada beberapa orang. Saya akan tambah lagi untuk evaluasi. Bukan menakut-nakuti, tetapi supaya termotivasi dan punya spirit bekerja lebih baik,” tegasnya.

Sekretaris DPW PAN Sultra itu meminta kejadian serupa tak terulang. Seperti dirinya jika melakukan kunjungan ke kecamatan, maka camat dan lurah-lurah yang dikunjungi wajib hadir. Entah itu diundang maupun tidak diundang. “Sebab sudah merupakan kewajiban seorang bawahan terhadap pimpinannya. Karena kepala daerah mengangkat kepala OPD sebagai perpajangan tangan membantu menjalankan tugas-tugas pemerintahan,” pungkasnya.

Untuk diketahui dua pimpinan OPD yang dinonjob adalah Kepala Dinas Kesehatan, Wahyu dan Kepala Dinas Tenaga Kerja, Zarta. “Saya mendapat evaluasi karena tidak hadir dalam pertemuan bersama gubernur. Saya sudah nonjob dan menjadi staf biasa sekarang,” kata Zarta saat dihubungi, Selasa (2/3). Ia mengaku tidak menyangka akan dinonjob karena persoalan tersebut. Terlebih lagi pihaknya tidak mendapat undangan menghadiri pertemuan kunjungan gubernur.

“Kalau seandainya diundang pasti saya datang. Meskipun begitu, waktu malam ramah tamah kunjungan gubernur itu saya hadir. Mestinya yang dievaluasi itu adalah mereka yang diundang. Ada 11 pejabat yang diundang hadir dan mengikuti kegiatan gubernur. Tapi informasinya hanya enam orang yang hadir. Harusnya mereka dievaluasi,” tutup Zarta. Saat ini, jabatan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Baubau diisi Kepala Dinas Pariwisata Kota Baubau, Ali Arham. Padahal dalam pertemuan kujungan Gubernur, Ali Arham juga tak ikut. Bahkan saat rapat sementara berjalan, Gubernur Sultra Ali Mazi sempat menanyakan Kepala Dinas Pariwisata, Ali Arham, tapi tidak ada di tempat. (b/ahi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru


To Top