Bombana

Tafdil : Layanan Aplikasi Laicamo Tidak Dipungut Biaya


KENDARINEWS.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bombana terus bergerak menghentikan laju penyebaran Covid-19. Seruan kepada masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan (Prokes) digencarkan. Tak sampai disitu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Bombana dalam kendali Bupati Tafdil berinovasi dengan memanfaatkan teknologi digital untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Dinkes Bombana menghadirkan aplikasi “Laicamo”, sebuah layanan Call Center berbasis digital. Melalui aplikasi ini, masyarakat Bombana dapat dengan mudah berkonsultasi terkait keluhan kesehatan yang dialaminya, terutama di tengah pandemi Covid-19 ini.

H. Tafdil

Bupati Bombana, Tafdil mengungkapkan hadirnya aplikasi Laicamo ini diharapkan bisa menjadi layanan yang dapat mengendalikan dan meminimalkan risiko seorang terpapar Covid-19. Sebab, dengan layanan ini, masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan tak perlu lagi datang ke Puskesmas maupun rumah sakit untuk mengecek kesehatan atau konsultasi. Masyarakat cukup memanfaatkan aplikasi tersebut, maka penanganan terkait gejala kesehatan yang dialaminya pun bakal segera didapatkan langsung dari dokter. “Saya harap seluruh masyarakat Bombana bisa memanfaatkan aplikasi Laicamo ini untuk melindungi diri dari paparan Covid-19,” ujar Bupati Bombana dua periode itu, kemarin.

Sementara itu, Kepala Dinkes Bombana, Darwin Ismail menjelaskan ide menghadirkan aplikasi Laicamo ini bermula dari fakta tingkat ketakutan masyarakat Bombana cukup tinggi untuk datang berobat ke Puskesmas atau rumah sakit selama pandemi Covid-19. Hal ini disebabkan, adanya anggapan bahwa, Puskesmas atau rumah sakit merupakan tempat yang paling berisiko terpapar Covid-19.

“Melalui aplikasi Laicamo ini, masyarakat yang merasakan gangguan kesehatan bisa langsung menelepon ke operator yang sudah ditentukan. Setelah laporan masuk dan terdata, maka dokter secepat mungkin menghubungi pasien yang sudah terdata dan langsung memberikan konsultasi kesehatan,” terang Darwin.

Setelah konsultasi, pasien tersebut diberikan resep obat oleh dokter sesuai dengan keluhan yang dilaporkan. Selanjutnya, obat tersebut diantarkan langsung ke rumah masyarakat sesuai alamat masing-masing. “Jadi tidak ada lagi sentuhan fisik yang dilakukan. Termasuk saat mengantarkan obat, pasien hanya ditelpon untuk menginformasikan bahwa obat sudah ada di depan rumahnya,” jelas Darwin.

Layanan Laicamo ini juga diyakini bakal meminimalisir tenaga kesehatan (Nakes) Bombana terpapar Covid-19, yang disebabkan oleh intensitas kontak fisik dengan pasien. Untuk itu, Darwain mengimbau seluruh masyrakat Bombana untuk bisa menggunakan layanan Laicamo ini sesuai dengan peruntukannya.

“Semua layanan aplikasi Laicamo ini tidak dipungut biaya, masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan bisa pulih sambil beraktivitas di rumah. Tentu tetap dalam pengawasan nakes. Namun, perawatan yang dilakukan dirumah hanya bagi masyarakat yang mengalami gejala ringan saja. Apabila gejalanya ditaraf sedang ataupun berat, maka akan tetap diarahkan ke Puskesmas atau rumah sakit,” pungkas Darwin. (idh/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top