Metro Kendari

Sultra Masuk 10 Provinsi Teraman di Indonesia

KENDARINEWS.COM — Konflik sosial kerap terjadi hanya karena perbedaan pandangan. Padahal kemajemukan menjadi kekuatan dan pemersatu bangsa. Atas dasar itulah, Wakil Gubernur (Wagub) Sultra, Lukman Abunawas mengajak seluruh elemen masyarakat merajut keberagaman lewat moderasi beragama. “Moderasi menjadi instrumen menjaga kebinekaan. Menghindari prilaku ekstimisme dan kebencian. Jangan jadikan perbedaan sebagai lawan. Jika ada perbedaan, mari kita cari solusi melalui musyawarah dan mufakat,” kata Lukman saat membuka kegiatan moderasi beragama di Hotel Claro Kendari, Rabu (24/2).

Sesuai dengan tema kata mantan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sultra ini, moderasi beragama diharapkan bisa memperkuat wawasan kebangsaan dan keagamaan untuk Sultra aman, maju, rukun, sejahtera dan martabat. Kebijakan ini sesuai dengan visi Pemprov melalui Sultra Beriman dan Berbudaya. “Kebebasan beragama yang digaungkan Pemprov bukan hanya slogan semata. Buktinya, Sultra masuk 10 provinsi di Indonesia yang teraman. Sebab pada dasarnya, pemerintah ingin membuka ruang bagi setiap pemuluk agama untuk melaksanakan ibadahnya. Dalam kurun beberapa tahun terakhir, Kendari menjadi tuan rumah pelaksanaan keagaaman seperti MTQ, Pesparawi dan Utsawa Dharma Gita,” ujar mantan Bupati Konawe dua periode ini.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakawil Kemenag) Sultra, Fesal Musaad mengatakan moderasi beragama menjadi salah satu program prioritas Kemenag. Program ini selaras dengan revolusi mental dan memiliki lima pilar utama. Pertama, penguatan cara pandang jalan tengah. Kedua, penguatan harmoni umat beragama. Poin ketiga, penguatan relasi agama dan budaya. Selanjutanya, peningkatan kualitas pendidikan serta peningatan ekonomi dan SDM.

“Saya ingin pastikan moderasi bukan liberalisasi agama. Tuntunan dan kebebasan beragama tetap bisa dilaksanakan namun kearifan lokal harus dijaga. Jangan karena berbeda, lalu mengucapkan ujaran kebencian, merasa paling benar atau mengkafirkan orang lain,” ujarnya. Kegiatan moderasi beragama turut dihadiri Kapolda Sultra, Irjen Pol Yan Sultra Indrajaya, Danrem 143 Halu Oleo (HLO), Brigjen TNI Jannie Aldrin Siahaan, Sekprov Sultra, Hj Nur Endang Abbas dan jajaran pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sultra. Acara yang berlangsung mulai tanggal 24-26 Februari ini diikuti para tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh pendidik, ormas, akademi dan insan pers. (mal)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top