Metro Kendari

Sulkarnain Optimis Laju Inflasi Kota Kendari Tetap Terkendali

Ketgam : Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir saat menggelar panen raya di Kawasan Persawahan Amohalo di Kecamata Baruga beberapa waktu lalu. Produksi beras yang melimpah diyakini mampu menekan laju inflasi dimasa pandemi Covid-19 saat ini.

KENDARINEWS.COM–Wabah Covid-19 masih jadi pandemi di tanah air. Terjangannya berdampak buruk terhadap kondisi ekonomi makro baik secara nasional  maupun didaerah termasuk di Kota Kendari. Kendati demikian, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir berupaya keras menjaga kestabilan ekonomi daerah. Salah satunya menekan laju inflasi agar tetap terkendali.

Sulkarnain tak menampik jika pandemi Covid-19 yang melanda Kota Lulo setahun lebih ini memberikan tekanan yang luar biasa pada seluruh kondimen ekonomi makro daerah. Misalnya saja pada 2020 lalu pertumbuhan ekonomi Kota Kendari hanya mines 30 persen meskipun tahun ini diproyeksikan akan tumbuh sebesar 4 – 6 persen. Selanjutnya Produk  Domestik Regional Bruto (PDRB) hanya Rp 54,54 miliar (proyeksi 2021 Rp 56 miliar), dan tingkat kemiskinan masih berada diangka 4,34 persen (proyeksi 2021 4 persen).

Dalam mengatasi masalah tersebut, kata Sulkarnain, pihaknya akan berupaya menjaga laju inflasi yang mana muaranya pada perbaikan seluruh elemen ekonomi makro dimaksud. Dengan menjaga inflasi kelompok bahan pangan bergejolak seperti sayur-sayuran, ikan, dan beberapa komoditi lainnya.”Kami upayakan stoknya aman, sehingga bisa bisa dijangkau masyarakat,” kata Sulkarnain Kadir, Rabu (4/8).

Selain itu, pihaknya memperkuat ketahanan pangan daerah dengan meningkatkan produksi hasil pertanian dengan mendorong masyarakat bercocok tanam atau memanfaatkan pekarangan rumah sebagai lahan pertanian, baik pertanian organik maupun secara hidroponik.

“Di Kendari sudah ada, contohnya kita punya komoditas beras unggulan yakni beras organik owoha di produksi di kawasan Amohalo Kecamatan Baruga. Beras dihasilkan dari lahar pertanian seluas 450 hektar dengan estimasi sekali panen itu mencapai 4 – 5 ton per hektar. Jumlah cukup besar dan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Kalau kebutuhan masyarakat terpenuhi maka saya yakin inflasi bisa kita kendalikan apalagi dimasa pandemi Covid-19 saat ini,” kata Sulkarnain Kadir. (ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top