Metro Kendari

Sulkarnain : Masyarakat Jangan Takut Swab Massal

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir (kanan) saat menjalani rapid test pada sebuah kegiatan. Wali Kota Kendari meminta warga Metro Kendari untuk berpartisipasi memangkas mata rantai penyebaran Covid-19 dengan mengikuti swab massal.

KENDARINEWS.COM — Virus corona masih belum terkendali. Satgas Penanganan Wabah Covid-19 Kota Kendari menyebutkan data kasus Covid-19 per Minggu (22/11) pukul 13.00 Wita, jumlah kasus covid-19 sebanyak 3.115. Sekira 2.341 pasien dinyatakan sembuh. 739 orang lainnya masih dalam perawatan.

Wali Kota Kendari Sulkarnain getol bekerja menurunkan angka kasus positif Covid-19 di wilayahnya. Skrining massal 6.400 ASN dilakukan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Skrining massal ASN tuntas 19 Oktober lalu. Hasilnya, 2,6 persen dari 6.400 ASN atau sekira 166 orang dinyatakan positif Covid-19. Kini, Pemkot Kendari membidik masyarakat untuk diskrining massal. Pemkot tengah mempersiapkan skrining massal dengan metode Swab Antigen terhadap warga metro dan karyawan swasta (dunia usaha).

Tahap pertama, ditargetkan sekira 6.000 orang karyawan swasta bakal mengikuti uji usap tenggorok itu. Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak takut untuk di swab. Menurut Sulkarnain, skrining massal sangat baik dan penting dilakukan karena memudahkan pemerintah mendeteksi masyarakat yang sudah terpapar Covid-19 sehingga tidak menjadi sumber penularan baru. “Secepat mungkin bisa kita ketahui tentang kasus positif di masyarakat, tujuannya supaya kita melaksanakan karantina untuk menyembuhkan mereka,” kata Sulkarnain kepada Kendari Pos, Minggu (22/11) kemarin.

Bagi yang terpapar dan disertai dengan gejala seperti batuk, sesak napas dan demam tinggi tentu harus mendapatkan perawatan. “Sedangkan jika ditemukan orang tanpa gejala (OTG) itu kami sarankan untuk isolasi mandiri dirumah masing-masing dengan pengawasan ketat dari tenaga medis kita,” tambahnya.

Wali Kota Kendari Sulkarnain belum menentukan waktu detail pelaksanaan skrining massal. Sebab, pihaknya masih berupaya mencari metode yang tepat agar masyarakat yang datang bisa lebih tertib dan tidak menjadi sumber (klaster) penularan baru.

“Masih akan terus kita persiapkan teknis pelaksanaannya. Mungkin pekan depan sudah dilaporkan oleh Dinas Kesehatan seperti apa model dan mekanismenya. Kan beda dengan skrining ASN kemarin. Kalau ASN kan lebih mudah kita atur tapi kalau masyarakat tentu punya metode sendiri, mulai dari jarak dan durasi pelaksanaannya. Agar tidak terjadi kerumunan,” kata Sulkarnain.

Ketua DPC PKS Kota Kendari itu menilai, skrining massal dengan metode swab antigen sangat efektif untuk menekan laju penularan Covid-19. Buktinya, kata Sulkarnain, paska tracing (penelusuran) yang dilakukan pada seluruh ASN Pemkot beberapa pekan lalu, jumlah yang terkonfirmasi Covid-19 berangsur menurun, dari sebelumnya hampir menyentuh angka 1.000 pasien masih dalam perawatan, turun menjadi 300 pasien.

“Meskipun (kemarin) kembali mencapai 739 pasien, dikarenakan durasi paska swab antigen ASN sudah tiga pekan. Sehingga kami merencanakan untuk sesegera mungkin menggelar skrining. Saya harap masyarakat tidak takut dan dibutuhkan kerelaannya untuk diperiksa kesehataan demi kebaikan dan keselamatan kita semua,” kata Sulkarnain.

Terpisah, Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Kendari, dr. Algazali Amirullah mengatakan jumlah warga yang terdeteksi positif Covid-19 di Kota Kendari, merupakan salah satu keberhasilan pemkot dan satgas dalam melakukan tracing penyebaran virus tersebut. Masyarakat pun diminta jangan takut jika ada swab massal. Pihaknya pun berkomitmen bakal menggelar tes swab secara masif, agar sesegera mungkin mendeteksi dan menemukan masyarakat yang terpapar Covid-19.

dr. Algazali menuturkan, Satgas Penanganan Covid-19 Kota Kendari sudah melakukan tes swab kepada 6.400 ASN yang merupakan salah satu klaster penyebaran Covid-19 di Kendari. “Angka tersebut, lanjut dia, sudah mencapai 1 persen dari jumlah penduduk Kabupaten Kota Kendari, yaitu sekira 360 ribu jiwa,” ujarnya. (ags/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

To Top