Sulkarnain Kadir : Meski Sudah Ada Vaksin, Operasi Yustisi Tetap Berjalan

Metro Kendari

KENDARINEWS.COM — Pemerintah Kota Kendari memastikan operasi yustisi tetap berjalan tahun ini. Itu lantaran wabah Covid-19 masih jadi pandemi dan berpotensi menjangkiti warga. Pelaksanaan operasi yustisi diharapkan mampu melindungi warga dari paparan wabah yang menyerang sistem pernapasan itu. Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengaku, operasi yustisi akan terus dilaksanakan hingga pemerintah mencabut status kedaruratan Covid-19, “Meskipun sudah ada vaksin dan sudah ada beberapa yang menerimanya akan tetapi protokol kesehatan (prokes) tetap jadi prioritas. Dan itu harus diawasi oleh tim yustisi supaya masyarakat tidak abai,” kata Sulkarnain Kadir.

Di masa pandemi ini lanjutnya, masyarakat harus tetap mematuhi prokes pencegahan covid-19 seperti menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak aman (Physical Distancing). Pasalnya, hanya cara itu yang paling efektif untuk melindungi warga dari potensi penularan virus corona disamping menjaga imunitas tubuh dengan istirahat yang cukup, olahraga dan makan makanan yang bergizi lengkap dengan vitamin. “Marilah kita saling menjaga dengan tetap mematuhi protokol kesehatan agar kita segera terbebas dari wabah ini. Kalau abai ya pasti akan diberi sanksi oleh tim yusitisi dilapangan,” kata Sulkarnain Kadir.

Terpisah, Ketua Tim Operasi Yustisi AKP Yusuf Muluk Tawang mengaku, setiap hari timnya rutin menggelar operasi yustisi dibeberapa titik keramaian kota. Buktinya kemarin, pihaknya berhasil menjaring sekira 80 pelanggar prokes, “Setiap hari kami menggelar operasi tapi masih saja ada yang abai dengan protokol kesehatan. Kebanyakan mereka tak menggunakan masker saat berada ditempat keramaian,” kata Yusuf.
Akan hal itu, pihaknya dengan terpaksa memberikan sanksi sosial kepada mereka yang melanggar, kemudian didata dan diberikan bimbingan, “Kami terus berupaya mengimbau masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Kami tak kenal waktu. Personil kami yang berjumlah sekira 200 orang dibantu personil Denpom dan Brimob secara shif 24 jam menggelar operasi. Jadi jangan coba-coba langgar prokes kalau tidak ingin disanksi,” kata Yusuf Muluk.

Berdasarkan data dari Satuan Tugas (Satgas) percepatan penanganan wabah covid-19, hingga kemarin pukul 15.00 wita, jumlah pelanggar prokes di Kendari tercatat sekira 350 orang. Adapun keseluruhan pelanggarannya karena warga tak menggunakan masker di tempat umum.
Sementara itu, jumlah kasus positif Covid-19 tercatat sebanyak 4.523 kasus. Rinciannya, pasien dalam perawatan 82 orang, pasien sembuh 4.523 orang dan dinyatakan meninggal dunia 58 pasien. (b/ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *