HEADLINE NEWS

Sulkarnain : Ibadah Natal Harus Terapkan Prokes Ketat

KENDARINEWS.COM — Perayaan natal tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Pasalnya, dilaksanakan ditengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Atas dasar itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari meminta panitia pelaksanaan ibadah natal untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat bagi umat. Langkah itu tak lain untuk meminimalisir potensi penularan wabah yang menyerang sistem pernapasan itu.

Sejak pandemi Maret 2020 lalu, prosesi ibadah di gereja-gereja di Kota Kendari telah penerapan protokol kesehatan (Prokes). Tampak ibadah Minggu di Gereja Ora Et Labora.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengatakan pelaksanan ibadah natal tahun ini harus merujuk pada aturan pemerintah yang termuat dalam Surat Edaran (SE) Menteri Agama nomor 23 tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Ibadah dan Perayaan Natal 2020.

“Ibadah dan perayaan natal tahun ini tetap dilaksanakan. Tapi kita perlu ingat Covid-19 ini masih ada di sekitar kita. Oleh karena itu, saya minta dilakukan secara sederhana, jangan berkumpul dan berkerumun, kemudian tetap memenuhi prokes, menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak (Physical Distancing),” kata Sulkarnain, kemarin

Ia pun telah menginstruksikan jajarannya dalam hal ini Bagian Kesra Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Kendari dan pemuka agama Nasrani di kota lulo untuk senantiasa bersinergi dan membangun komunikasi untuk memantau pelaksanaan ibadah natal tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat sehingga bisa lancar dan aman.

“Kami juga sudah membangunan komunikasi dengan unsur TNI/Polri serta pihak-pihak terkait untuk memastikan pelaksanaan ibadah bisa aman dan kondusif. Intinya, kesehatan adalah menjadi prioritas utama kita di tengah pandemi Covid-19,” kata Sulkarnain.

“Sebagaimana pelaksanaan ibadah idul fitri yang lalu. Kita punya contoh itu, tetap sesuai dengan ketentuan agama masing -masing, saudara kita yang nasrani yang melaksanakan ibadah saya minta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Tapi saya yakin, saudara kita paham apa yang harus dilakukan,” tambahnya.

Ketua DPC PKS Kota Kendari ini menambahkan tidak mengklasifikasikan izin pelaksanaan ibadah natal meski geraja berada di wilayah zona merah. Akan tetapi kata dia, khusus yang gereja yang ada di zona merah, kuning maupun hijau untuk tetap menerapkan prokes yang ketat. “Kita izinkan, asal dengan syarat jemaatnya tidak boleh lebih dari 50 persen. Saya sarankan bagi lansia dan anak-anak sebaiknya beribadah dari rumah,” kata Sulkarnain.

Terpisah, Ketua Gereja Protestan Sulawesi Tenggara (GEPSULTRA) wilayah Kendari – Konawe Utara, Pdt Steven Saimani memastikan pelaksanaan ibadah natal tahun ini menerapkan prokes yang ketat bagi jemaat. Pihaknya juga telah menerima SE dari Kementerian Agama yang akan dijadikan acuan dalam pelaksanaan ibadah.

“Sehingga ada satu jemaat (gereja) itu bisa melaksanakan natal sampai 4 kali. Atau empat hari. Diusahakan juga tidak melebihi 50 persen kapasitas gedung itu diisi oleh umat. Misalnya kapasitasnya 100 orang , paling diisi 30 – 40 orang,” kata Pdt Steven.

Pdt Steven juga memastikan dalam ibadah natal tahun ini, lansia dan anak-anak tidak diizinkan untuk beribadah dikarenakan dua kelompok itu sangat rentan dan tertular virus corona.

“Kami minta warga gereja untuk menjaga, berhati-hati senantiasa waspada dengan menerapkan 3M. Untuk mencegah penularan virus korona ini, “Anak-anak dan lansia tidak dizinkan untuk ikut beribadah digereja. Kita berusaha untuk tidak asa klaster gereja. Kami sarankan yang tidak bisa datang digereja untuk mengikuti ibadah secara daring karena kita juga menggelarnya secara live streaming,” ujarnya.

Dia menambahkan, khusus di Kota Kendari, terdapat sekira 40 geraja yang akan menggelar ibadah natal tahun ini. Rinciannya, 11 gereja GEPSULTRA, 10 gereja Pentakosta dan 20 gereja katolik. “Kami minta warga gereja untuk menjaga, berhati-hati senantiasa waspada dengan menerapkan 3M. Menggunakan masker, mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak aman (Physical Distancing) untuk mencegah penularan virus korona ini,” pungkasnya. (b/ags)

41 Gereja Kota Kendari Gelar Ibadah Natal
-11 Gereja Gepsultra
-10 Gereja Pentakosta
-20 Gereja Katolik

Prokes Ibadah Natal
Terapkan 3 M. Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak
Anak-anak dan Lansia Tak Dizinkan Beribadah di Gereja
Diusahakan Tidak Melebihi 50 Persen Kapasitas Gereja
Satu Jemaat Bisa Melaksanakan Ibadah 4 Hari

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top