Metro Kendari

Sulkarnain Bedah 16 Rumah Warga Kurang Mampu di Anggoeya

AGUS SETIAWAN/KENDARI POS
Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir (kanan) menyerahkan bantuan program bedah rumah kepada salah satu warga prasejahtera di Keluarahan Anggoeya.

KENDARINEWS.COM–Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir terus mengupayakan rumah layak huni buat warganya. Teranyar, ia membedah 16 rumah warga kurang mampu di Kelurahan Anggoeya melalui dana alokasi khusus (DAK) yang diperolehnya dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Sulkarnain menjelaskan, program bedah rumah dijalankan untuk membantu warga berpenghasilan rendah untuk memperbaiki rumahnya agar lebih layak untuk ditinggali bersama keluarga. Ia tak menampik jika bantuan yang diberikan tidak bisa secara total membenahi rumah secara keseluruhan. Akan tetapi setidaknya. sudah bisa menjadikan rumah sebagai tempat berkumpul bersama keluarga sehingga terhindar dari kekhawatiran atap bocor dan sanitasi yang kurang layak.

“Atap tidak bocor apalagi musim hujan, kemudian fungsi lainnya seperti sirkulasi udara yang baik dan paling penting sanitasi dan MCK yang jadi prioritas untuk dibenahi,” kata Sulkarnain Kadir saat menyerahkan bantuan bedah rumah berupa buku tabungan kepada perwakilan warga keluruhan Anggoeya, kemarin.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sultra ini meminta masyarakat memanfaatkan bantuan ini dengan baik sesuai dengan peruntukannya, agar bantuan serupa bisa kembali diterima warga lainnya di tahun yang akan datang. Kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kota Kendari Cornelius Padang mengatakan, tahun ini endari mendapatkan DAK  untuk perbaikan rumah 96 warga di  6 kelurahan. Bantuan akan diserahkan secara bertahap melalui rekening penerima bantuan yang ditransfer melalui Bank Sultra.

“Nilai bantuannya itu sebesar  Rp 20 juta per rumah dan nantinya akan ditransfer langsung ke rekening masyarakat penerima secara bertahap. Sifatnya itu masyarakat yang secara swadaya memperbaiki sendiri rumahnya. Dana Rp 20 juta ini 75 persen untuk membeli bahan dan 25 persen untuk upah tenaga kerja,” ungkap
Mantan Sekretaris Bappeda Kendari ini. (ags/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top