Metro Kendari

Sulkarnain Bagikan Ratusan Paket Sembako

KENDARINEWS.COM — Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir sangat peduli terhadap kondisi warganya. Selama pandemi Covid-19, pemerintah intens menyalurkan bantuan sosial (bansos). Kemarin, giliran warga di Kecamatan Kambu. Pada penyaluran bantuan sembako, pemerintah turut menggandeng sejumlah instansi maupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)

Sebagai bentuk empati, Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir tak hanya memberikan sembako namun juga tarpal, perlengkapan bayi dan dapur.

Penyaluran bantuan ini kata Sulkarnain, merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga terdampak Covid-19 terutamanya di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Diakuinya, tak sedikit masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhannya akibat kehilangan pekerjaan karena dirumahkan dan mengalami PHK (Pemutusan Hubungan Kerja).

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir (kanan) menyerahkan paket sembako warga terdampak Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kecamatan Kambu.

“Sudah saatnya pemerintah yang bergerak. Untuk hadir di tengah masyarakat, untuk membantu masyarakat agar terpenuhi kubutuhan hidupnya. Minimal terpenuhi kebutan pokoknya seperti makan dan minum,” kata Sulkarnain Kadir usai membagikan ratusan paket sembako kepada warga terdampak PPKM di Kecamatan Kambu.

Pada kesempatan itu, Sulkarnain menyempatkan waktu untuk mengedukasi warga soal penerapan PPKM. Menurutnya, kebijakan PPKM sengaja dipilih dalam rangka mengendalikan penyebaran Covid-19. Penerapannya berhasil, hingga kemarin, jumlah pasien aktif Covid-19 tersisa sekira 174 orang dari sekira 1.200 pasien pada Juli lalu.

Di sela-sela kunjungannya, Wali Kota Kendari (kemeja putih, tengah) berbincang dengan pemilik rumah.

“Kami harap masyarakat bisa memakluminya. Kebijakan ini dipilih semata-mata demi kebaikan dan kepentingan kita semua. Agar kita terhindar dari penularan Covid-19. Tetap patuhi protokol kesehatan (Prokes), memakai masker, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas (5M).” kata Sulkarnain Kadir. (b/ags)


-Delapan Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung

Kondisi cuaca di Kota Kendari cenderung tak bersahabat. Pekan lalu, beberapa rumah di Kelurahan Kadia diterjang angin puting beliuang. Meski tidak ada korban jiwa, musibah tersebut mengakibatkan rumah warga mengalami kerusakan cukup parah. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sebanyak delapan rumah mengalami kerusakan. Satu rusak berat, lima rusak ringan, dan dua rusak ringan.

Merespon hal tersebut, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir langsung mengunjungi korban terdampak puting beliung. Didampingi Dinas Sosial dan Pemerintah Kelurahan Kadia, ia menyerahkan bantuan sembako dan perlengkapan dapur dan bayi. Menurut Sulkarnain, bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga yang mengalami kesulitan terutama korban alam.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir (tiga dari kanan) mengunjungi rumah warga yang rusak diterjang angin puting beliung di Kelurahan Kadia.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sultra ini tak menampik jika bantuan yang diberikan hanya bisa memenuhi kebutuhan korban hingga beberapa hari kedepan. Meski begitu, ia berjanji akan membantu warga memperbaiki rumahnya yang rusak. “Nanti kita bantu,” ujarnya.

Ia berpesan kepada para korban untuk sementara waktu mengungsi di rumah sanak keluarga terdekat sembari menunggu kondisi cuaca membaik. Pasalnya, berdasarkan informasi yang didapatkannya dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hujan dan angin kencang masih berpotensi terjadi di wilayah itu.

Sementara itu, Kepala BPBD Kendari Paminuddin mengaku telah berkoordinasi dengan Dinsos, pemerintah kelurahan dan kecamatan setempat membantu masyarakat yang terdampak puting beliung. Puing bangunan yang berserakan dibersihkan sehingga memudahkan warga dalam melakukan renovasi kediamannya.

“Pemkot Kendari berkomitmen untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terkena musibah. Memang ini adalah tanggungjawab kami. Dimasa pancaroba ini kami ingatkan warga untuk tetap mewaspadi potensi bencana alam yang bisa saja terjadi. Segera evakuasi diri ketempat yang lebih aman ketika melihat kondisi cuaca memburuk,” kata Paminuddin.

Sebagai bentuk mitigasi, pihaknya selalu siap 24 jam jika dibutuhkan atau kondisi cuaca tidak bersahabat. Sejauh ini, pihaknya terus menjalin komunikasi dengan BMKG untuk meng-up date kondisi cuaca terkini untuk disampaikan langsung kepada masyarakat. (b/ags)

TTP PKK Kendari Bantu Korban Kebakaran

Korban kebakaran di Kelurahan Wawowanggu, Kecamatan Kadia merasa terbantu atas santunan yang diberikan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kendari. Budi salah satu penerima manfaat mengaku bantuan yang diberikan sangat bermanfaat bagi keluarganya.

“Syukur kami dibantu oleh Ibu Wali Kota. Apalagi saat ini, kami sudah tidak punya harta benda. Semuanya terbakar. Atas bantuan yang diberikan kami ucapkan terima kasih,” kata Budi kepada Kendari Pos, kemarin.

Terpisah, Ketua TP PKK Kendari, Sri Lestari Sulkarnain mengaku bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat yang terdampak musibah bencana. Menurutnya, sudah menjadi tanggungjawab pemerintah untuk membantu masyarakat yang ditengah bencana.

“Itu sudah jadi komitmen pemerintah, untuk selalu hadir ditengah masyarakat yang tertimpa musibah. Saya harap bukan hanya pemerintah, tanggungjawab ini sebaiknya kita pikul bersama. Seluruh elemen masyarakat sebaiknya bergotong royonh untuk membantu masyarakat. Apalagi dimasa pandemi Covid-19 saat ini,” kata Sulkarnain Kadir.

Ketua TP PKK Kota Kendari, Sri Lestari (baju batik hijau) berbincang dengan warga korban kebakaran.

Guna mencegah peristiwa itu terulang kembali, Sri Lestari berpesan kepada seluruh warga metro agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi musibah kebakaran. Warga diminta untuk rutin memeriksa kondisi instalasi listrik dirumah masing-masing. Upaya itu untuk mencegah resiko arus pendek yang dapat memicu terjadinya kebakaran.

Selain itu, warga juga diminta untuk rutin memeriksa kondisi selang regulator kompor gas. Pasalnya tidak sedikit musibah kebakaran dipicu dari kebocoran selang akibat kemungkinan umur selang yang terlampau lama serta rusak karena gigitan tikus. Seperti musibah kebakaran di Wawowanggu meski. Meski belum diketahui pasti penyebabnya. Tapi diduga kuat kebakaran disebabkan hubungan arus pendek listrik,” kata Sri Lestari. (b/ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top