Metro Kendari

Sulkarnain Ajak Pemuda Bangun Kota Kendari


KENDARINEWS.COM — Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir menyadari betul bahwa membangun daerah ini tidak bisa hanya dilakukan seorang diri. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat termasuk para pemuda untuk bersatu, bergotong royong dan bekerja sama mensukseskan pembangunan.

Di beberapa kesempatan, Sulkarnain berusaha mendengarkan seluruh aspirasi pemuda di Kota Lulo. Seperti mendengarkan aspirasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) serta seluruh aspirasi mahasiswa dan pelajar di Kota Lulo.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir (pakai masker putih) tak segan duduk di pelataran Rujabnya sambil mendengar aspirasi yang disampaikan mahasiswa

Satu hal yang selalu ia sampaikan dihadapan para generasi penerus bangsa bahwa sebagai pemuda sudah sepatutnya berkontribusi terhadap pembangunan daerah. Entah itu menyumbangkan ide dan gagasan, bahkan memberikan saran dan kritik kepada pemerintah.

“Pemuda dan para mahasiswa adalah para agen perubahan, para calon pemimpin bangsa ini. Sikap kritis memang dipentik sebagai kontrol terhadap pemerintah. Tapi tetap utamakan persatuan dan kesatuan. Tetap harus mendukung pemerintah untuk sama-sama membangun daerah ini menjadi lebih baik kedepannya,” kata Sulkarnain Kadir.

Senada, Wakil Wali Kota Kendari Siska Karina Imran berharap, para pemuda bisa berkontribusi terhadap pembangunan daerah. Para pemuda bisa berkreasi dan berinovasi untuk membangun daerah ini. Sebagai pemerintah, pihaknya tentu akan selalu mendukung berbagai masukan, sumbang saran, bahkan invoasi dan kreatifitas dari para pemuda.

“Pemuda Kota Kendari adalah pemuda yang cerdas, tangguh, dan mau bekerja keras. Beberapa kali saya berkesempatan menyaksikan langsung mereka berkreasi dan berinovasi, utamanya di masa pandemi Covid-19. Misalnya, menghadirkan gelang pemantau ASN, ATM Beras dan masih banyak lagi. Saya harap ini bisa dikembangkan terus sehingga bisa bermanfaat bagi daerah dan yang paling penting bermanfaat bagi masyarakat,” kata Siska Karina Imran. (b/ags)


-Hadirkan Inovasi Mesin ATM Beras dan Telur

Wabah Covid-19 yang masih menjadi pandemi di tanah air, termasuk di Kota Kendari berdampak buruk terhadap kondisi masyarakat. Mulai dari kondisi kesehatan, pendidikan, sosial dan ekonomi, semuanya terdampak. Guna meringankan beban warga, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengajak seluruh elemen masyarakat termasuk mahasiswa untuk bersatu, bergotong royong dan bekerja sama meringankan beban warga.

Belum lama ini, Sulkarnain menggandeng mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) menghadirkan inovasi mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) beras dan telur. Inovasi tersebut diharapkan bisa membantu pemerintah dalam mengakomodir masyarakat yang kurang mampu dan tengah kesulitan memenuhi kebutuhan pangannya.

“Jadi penerima beras dan telur ini adalah masyarakat yang memiliki kartu ATM yang di bagikan oleh panitia. Secara selektif mereka yang dapat adalah tidak mampu secara ekonomi. Kita setting setiap kali keluar sebanyak dua liter beras ditambah empat biji telur,” kata Sulkarnain Kadir.

Tahap awal, pemasangan mesin ATM beras sudah direalisasikan di Masjid Al Falah Kelurahan Lepo-lepo, Kecamatan Baruga. Pihaknya optimis, kedepan beberapa masjid percontohan di Kota Kendari sudah dipasangi mesin penyedia beras dan telur itu.

Berkolaborasi dengan mahasiwa, Pemkot Kendari menghadirkan mesin ATM Beras dan Telur. Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir (batik hijau) berfoto dengan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK)

“Mesin ATM Beras dan Telur tentunya merupakan langkah awal saja. Kedepan telurnya bisa diganti dengan sarden dan lainnya. Kita berharap program ini bisa berjalan dengan baik sehingga nanti kita bisa dukung dengan duplikasi di Kecamatan lain dan masjid-masjid lain yang juga sudah punya kemampuan yang sama untuk memfasilitasi umat-umat yang membutuhkan, apalagi ditengah ekonomi sulit seperti saat ini.” kata Sulkarnain Kadir.

Selain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kurang mampu lanjut Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Kendari ini, hadirnya mesin ATM beras dimasjid merupakan bagian dari upaya pihaknya dalam mendorong peningkatan keimanan dan ketakwaan masyarakat dengan lebih cinta beribadah di masjid.

“Kita juga ingin umat lebih dekat dengan masjid. Makanya tadi ada pemikiran untuk bagaimana umat mendapatkan beras dan telur ini di waktu salat. Di waktu subuh, di masjid. Setelah salat baru kemudian dia ambil berasnya. Jadi nanti kita setting alatnya berasnya keluar pada subuh hari,” pungkasnya. (b/ags)

Kolaborasi dengan Mahasiswa Atasi Permasalahan Sampah

Seiring bertambahnya jumlah penduduk, produksi sampah di Kota Kendari juga mengalami peningkatan. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) menyebut, jumlahnya kini sudah mencapai 400 ton perhari atau meningkat 140 ton dari yang sebelumnya hanya 260 ton.

Tingginya produksi sampah saat ini membuat Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir membuka ruang bagi siapa saja yang ingin membantu mengurai ratusan ton produksi limbah masyarakat itu. Bukan hanya itu, Sulkarnain juga mengajak seluruh elemen masyarakat termasuk mahasiswa untuk bersama-sama mengatasi masalah sampah di Kota Lulo.

Teranyar, Sulkarnain Kadir berkolaborasi dengan mahasiswa yang tengah melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dilingkup Pemkot Kendari. Ia meminta mahasiswa untuk mengedukasi masyarakat untuk bijak dan pandai mengelola sampah.

Wakil Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, SKM (podium) mengajak generasi muda berkontribusi terhadap pembangunan daerah di acara wisuda Poltiteknik Indotec Kendari

“Kami harap mahasiswa selain bisa menjadi agen perubahan di daerah juga bisa menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Saya minta mereka mengedukasi masyarakat untuk bisa mengelola sampah. Membedakan mana sampah basah (organik) dan sampah kering (anorganik),” kata Sulkarnain Kadir.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini berpesan kepada mahasiswa agar senantiasa mengingatkan masyarakat untuk selalu membuang sampah tepat waktu. Adapun waktu membuang sampah sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Kendari nomor 4 tahun 2015 tentang pengelolaan sampah.

“Teman-teman mahasiswa bisa jadi pelopor tepat waktu dalam membuang sampah agar masyarakat bisa mencontoh. Waktu membuang sampah yang diatur dalam perda yakni dimulai dari pukul 18.00 sampai 05.00 Wita. Tidak boleh ada yang membuang sampah di pagi, siang, atau sore hari,” kata Sulkarnain Kadir.

Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Sultra ini berharap keterlibatan mahasiswa dalam penanganan sampah di Kota Lulo bisa berkontribusi dalam mewujudkan kebersihan dan keindahan kota. Selain itu, bisa turut andil dalam upaya mewujudkan visi daerah yakni menjadikan Kendari sebagai kota layak huni berbasis ekologi (lingkungan), teknologi, dan informasi. (b/ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top