Hukum & Kriminal

Soal Napi yang Kabur, Petugas yang Lalai Terancam Sanksi

KENDARINEWS.COM — Petugas jaga napi tahanan titipan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kendari berinisial MS (21) yang kabur kini terancam sanksi. Atas kelalaian tersebut, para petugas jaga harus diperiksa Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sultra. Kaburnya napi yang tersandung kasus penyalahgunaan narkoba terjadi tanggal 11 Mei 2021 lalu.

Kabid Humas Polda Sultra, Kombes Pol Ferry Walintukan mengatakan sebanyak tujuh personel kepolisian Polda Sultra yang diperiksa. Pasalnya ada dugaan kelalaian yang dilakukan. Sehingga menyebabkan seorang tahanan tersebut melarikan diri ketika ketujuh polisi itu berjaga.

Kombes Pol Ferry Walintukan

“Bid Propam sudah melakukan pemeriksaan terhadap petugas yang menjaga tahanan di rumah tahanan Polda Sultra selang terjadinya peristiwa itu. Propam masih mendalami. Diduga terdapat kelalaian dari personel. Masih dugaan, jika ada modus modus atau ada motif-motif yang lainnya. Akan di tindak tegas dan kami akan infokan. Mereka (petugas jaga) terancam dijerat sanksi,” ungkap Ferry Walintukan kemarin.

Untuk sanksinya, lanjutnya masih menunggu hasil pemeriksaan. Bisa saja sanksi disiplin hingga kode etik menanti tujuh petugas tersebut. Pasalnya jika benar ada kelalaian mengawasi tahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Sultra sehingga seorang kabur, sungguh tidak terpuji.

“Proses hukum tengah berjalan, pemberian sanksi berdasarkan tingkat kelalaian, bisa jadi sanksi berat atau ringan. Kita tunggu perkembangannya, apa ketujuh petugas bersalah, atau bisa saja hanya satu atau dua orang,” ujarnya.

Saat ini, kepolisian terus melakukan pengejaran terhadap tahanan yang melarikan diri tersebut. “Ada laporan yang kami peroleh, MS masih ada di wilayah Kota Kendari. Jadi sekarang yang bersangkutan statusnya adalah daftar pencarian orang. Kami meminta semua pihak terkait baik itu keluarga dan MS sendiri, bersikap kooperatif, menyerahkan diri,” tuturnya. (b/ndi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top