Soal Kasus Penyebaran Video Asusila, Polisi Hadirkan Saksi Ahli dari Jakarta

KENDARINEWS.COM — Polres Baubau cukup teliti menangani kasus penyebaran video asusila. Untuk melengkapi berkas pemeriksaan, polisi meminta saksi ahli Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dari Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) Jakarta.

Kapolres Baubau, AKBP Erwin Pratomo mengatakan telah melakukan pemeriksaan secara maraton. Sejumlah saksi telah diperiksa termasuk pelaku yang diduga melakukan tindak pidana penyebaran video asusila pasca ditangkap.

“Penyebar video sudah dimintai keterangan. Selanjutnya akan dilakukan uji Undang-Undang ITE. Kami akan meminta saksi ahli ITE dari Kominfo Jakarta. Sementara tersangka dan barang bukti telah diserahkan kepada penyidik Sat Reskrim untuk diproses lebih lanjut,” kata Erwin Pratomo dalam keterangan tertulis kepada Kendari Pos, Selasa (11/1).

AKBP Erwin Pratomo

Lanjut dia, pelaku pameran dalam video asusila, juga turut diperiksa. Namun tidak dilakukan penahanan dan hanya dikenakan wajib lapor. Orang tua FR tidak melaporkan RY dan menempuh jalur damai. Artinya diselesaikan secara kekeluargaan. “Hanya wajib lapor. Karena keduanya masih dibawah umur,” ujarnya.

Seperti diketahui, jagat publik Baubau digegerkan beredarnya video mesum dua remaja. Video asusila yang berdurasi 53 detik itu mencoreng citra pendidikan. Keduanya masih berstatus sebagai pelajar. Mereka adalah RY (17) pelajar SMA di Baubau dan FR (15) siswi SMP.

Adegan mesum terjadi di indekos milik NSC, Selasa (4/1). Dalam kamar tersebut ada beberapa orang rekannya yang menyaksikan langsung hubungan intim pasangan yang bukan suami istri itu. Saat aksi keduanya berlangsung, NSC merekam perbuatan kedua pelajar itu. Belakangan, video tersebut viral dan menghebohkan media sosial. (d/ali)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *