HEADLINE NEWS

Skor Seri Saat Musprov PODSI, Pengcab Tolak Keputusan PB Tetapkan ARS jadi Ketua

KENDARINEWS.COM — Keputusan PB Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) menetapkan Abdurrahman Shaleh (ARS) sebagai ketua umum PODSI Sultra mendapat penolakan dari sembilan Pengurus Cabang (Pengcab) Kabupaten/Kota.

Ketua Pengcab PODSI Kabupaten Muna, Herman Harun, mengatakan penunjukan ARS sebagai ketua PODSI Sultra oleh Pengurus Besar (PB) PODSI cacat prosedur. Artinya SK yang dikeluarkan melanggar aturan. Alasannya, dalam pemilihan dua kandidat ARS dan Drs Ashar meraih hasil seri. “Kami menganggap penunjukan itu cacat prosedur karena didalam AD/ART apabila hasil seri maka harus dilaksanakan pemilihan lanjutan,” ujarnya. Senin (1/3).

Kata dia, dalam Musprov yang dilaksanakan pada September 2020 lalu, hasilnya seri antara ARS dan Pak Ashar. Sama-sama memperoleh 6 suara. Sementara regulasi yang menentukan kemenangan mesti 50 plus 1.

Herman Harun menjelaskan, kesembilan Pengcab yang menolak penunjukan ARS sebagai ketua PODSI Sultra yakni, Kabupaten Muna, Buton Utara, Konawe Utara, Konawe Selatan, Kolaka, Kolaka Utara, Buton Selatan, Buton, dan Kota Baubau.

“Buton, Buton selatan dan Kota Bau-bau juga telah mencabut surat dukungan yang diberikan ARS pada saat Musprov lalu,” ungkapnya. Pihaknya juga telah bersurat ke PB PODSI dan tembusan ke KONI Sultra terkait penolakan SK PB PODSI yang menunjuk ARS sebagai ketua PODSI Sultra.

Sementara itu ketua Pengcab PODSI Kolaka Utara, Safruddin menganggap ARS selama dua periode telah gagal memimpin PODSI Sultra. “Pak ARS ini sebenarnya harus introspeksi diri selama dua periode Pimpin PODSI Sultra hampir tidak ada perubahan dan saya katakan gagal,” terangnya.

Dia mencontohkan, selama ARS memimpin PODSI Sultra, Asrama dayung sebagai tempat berlatih para atlet sama sekali tidak ada perubahan. “Untuk asrama dayung saja itu sedikit lagi roboh, dua periode ARS memimpin satu sentuhanpun untuk perbaikan asrama yang lebih bagus tidak pernah. Bagaimana mau semakin berprestasi tempat latihannya saja sudah mau hancur. Harusnya pak ARS ini malu untuk ambisi mau memimpin lagi,” tuturnya.

“Selain itu, selama ARS menjadi Ketua PODSI Sultra sudah dua periode satu kali rapat kerja dengan Pengcab pun tidak pernah,” tandasnya (ali)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top