Metro Kendari

Salat Id Ditiadakan di Zona Merah dan Oranye

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sultra, Fesal Musaad

-Pemotongan Hewan Kurban Terapkan Prokes

KENDARINEWS.COM– Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI resmi meniadakan pelaksanaan ibadah Salat Idul Adha khusus wilayah zona merah dan oranye. Kebijakan itu dalam rangka mencegah penularan Covid-19

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sultra, Fesal Musaad mengatakan pelaksanaan salat idul adha di wilayah zona merah dan oranye akan ditiadakan. Penidian ini tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama (Menag) nomor 15 tahun 2021 tentang penerapan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan Salat Idul Adha dan pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H / 2021 M.

“Kebijakan itu dikeluarkan dengan menimbang kondisi negara yang masih berada ditengah pandemi Covid-19. Masih terdapat daerah zona merah dan oranye dengan resiko tinggi penularan Covid-19. Instruksi ini sudah saya sampaikan kepada seluruh kepala kantor Kemenag di 17 daerah di Sultra,” ungkap Fesal Musaad, kemarin.

Sebagai gantinya, Mantan Kepala Kanwil Kemenag Maluku ini menyerankan masyarakat di wilayah zona merah untuk melaksanakan salat idul adha di rumah masing-masing berdasarkan panduan yang akan diterbitkan pemerintah. Selain itu, pihaknya juga bakal memberlakukan pengetatan protokol kesehatan (prokes) terhadap pelaksanaan salat id khusus di wilayah zona kuning dan hijau. Pengetatan prokes bakal dilakukan bersama Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 dan pemda setempat.

“Sesuai instruksi, kami akan satgas akan melakukan pengetatan dan pengawasan pelaksanaan protokol kesehatan terhadap jemaah yang hendak melaksanakan salat id baik di Masjid maupun lapangan. Kami pastikan jemaah terhindar dari penularan Covid-19,” kata Fesal.

Meski mengizinkan pelaksaan salat id khusus diwilayah zona kuning dan hijau, para jemaah diminta tetap mematuhi prokes seperti menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak (Physical Distancing). Selain itu, kata Fesal, jemaah diwajibkan membawa perlengkapan salat masing-masing seperti sajadah, mukena dan lainnya.

“Yang paling utama juga, jemaah yang hadir dalam keadaan sehat jasmani dan rohani. Bagi meraka yang kurang fit (sakit) diharapkan melaksanakan salat id dirumah masing-masing,” kata Fesal.

Di sisi lain, pihaknya juga bakal mewajibkan penyelenggara salat id untuk menerapkan protokol kesehatan dalam pelaksanaannya. Seperti durasi penyampaian khutbah maksimal hanya 15 menit, pengaturan jemaah maksimal 50 persen dari kapasitas masjid atau lapangan, menyiapkan alat pengukur suhu tubuh (Thermo Gun) untuk mengecek suhu tubuh setiap jemaah. “Kalau ada salah satu kriteria yang dilanggar maka pelaksaannya bisa saja dibatalkan. Ini penting untuk dipatuhu agar bisa melindung warga dari penularan covid-19,” tegas Fesal.

Terpisah, Wakil Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran mengaku telah menerima surat edaran atau panduan pelaksanaan salat id dari Kemenag. Pihaknya sendiri bakal melaksanakan seluruh instruksi yang tertuan dalam edaran tersebut. Namun sebelumnya, pihaknya bakal menggelar rapat bersama Kemenag Kendari, panitia Peringatan Hari Besar Agama (PHBI), Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 dan stakeholder terkait penerapannya jelang hari raya.

“Kita akan bahas segera supaya bisa lahir kebijakan atau panduan untuk warga kota Kendari. Yang jelasnya kita tetap akan mengacu pada kebijakan pemerintah pusat. Kalau zona merah dan oranye dilarang melaksanakan salat idul adha tentu harus dipatuhi,” kata Siska.

Ketentuan Pemotong Hewan Kurban

  1. Penyembelihan Qurban berlangsung tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah.
  2. Pemotongan hewan qurban dilakukan di rumah pemotongan hewan ruminasia
  3. Kegiatan penyembelihan hingga pendistribusian daging Terapkan Prokes
  4. Pemotongan hanya boleh dilakukan panitia pemotongan hewan qurban
  5. Pendistribusian daging qurban dilakukan langsung panitia (b/ags)
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top