HEADLINE NEWS

Rutan Polda Over Kapasitas : Standar 60 Orang, Tahanan 107 Orang

KENDARINEWS.COM — Rumah Tahanan (Rumah) Polda Sultra telah melebih kapasitas. Saat ini, jumlah tahanan mencapai 107 orang. Padahal kapasitas tahanan idealnya hanya 60 orang. Mereka yang ditahan di Polda Sultra terdiri dari tahanan penyidik, titipan jaksa dan tahanan inkrah atau telah divonis. Direktur Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dittahti) Polda Sultra, AKBP Ardin Jewaroa, mengatakan banyaknya tahanan di Rutan Polda Sultra disebabkan adanya kebijakan kejaksaan dalam penanganan pandemi covid-19. Rutan dan Lapas melakukan pembatasan pelimpahan tahanan.

“Di dalam Rutan Polda Sultra kurang lebih ada 30- an tahanan Jaksa. Biasanya sebelum adanya pandemi Covid-19, bila berkas sudah harus dilakukan tahap dua pelimpahan dengan menyerahkan tersangka dan barang bukti ke kejaksaan biasanya tahanan langsung diserahkan jaksa ke Rutan atau Lapas,” ujarnya. Namun karena adanya pandemi Covid-19 ini, tahanan dititipkan jaksa ke rutan kepolisian. “Bukan hanya itu saja, ada tahanan yang sudah inkrah atau telah divonis hakim juga masih dititipkan kepada kami. Sehingga membuat jumlah tahanan di Polda Sultra yang standarnya hanya menampung 60 orang tahanan, kini over kapasitas menjadi 107 tahanan,” katanya.

Menumpuknya tahanan kata dia, menyebabkan anggaran yang diperuntukkan untuk satu tahun tidak cukup. “Artinya belum genap satu tahun, anggarannya sudah habis. Jadi berupaya mensiasati bagaimana agar kebutuhan para tahanan tetap terpenuhi,” ujar AKBP Ardin Jewaroa.
Kendati demikian, pihaknya tetap mengantisipasi penyebaran covid di Rutan. Tiap saat, Dittahti Polda Sultra terus berupaya melakukan pemeriksaan kesehatan tersangka yang baru masuk dan tersangka yang akan keluar. Selain itu, rutan Polda Sultra seminggu sekali dilakukan penyemprotan cairan disinfektan. Segala macam cara dilakukan untuk menekan penyebaran virus corona. Terlebih lagi populasi penghuni di rumah tahanan tersebut yang over kapasitas.

“Sampai saat ini, semua tahanan di Polda Sultra masih aman dari Covid-19. Kami membatasi waktu besuk dan melarang makanan atau barang dari luar masuk ke dalam rutan. Karena kita tidak bisa memastikan makanan yang masuk terbebas dari virus. Semua tahanan baru, sebelum masuk harus di tes Covid. Jika dinyatakan negatif baru kami terima,” ungkapnya. (b/ndi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

To Top