Sulawesi Tenggara

Ruksamin Perjuangkan Konut Jadi Kawasan Program Strategis Nasional

KENDARINEWS.COM–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Utara (Konut) menggelar kegiatan bersama Komisi II DPR RI dengan tema sosialisasi Undang-Undang (UU) cipta kerja, bertempat di Swissbel Hotel, akhir pekan kemarin (12/6). Dihadiri langsung Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Bupati Konut Ruksamin, Wakil Bupati Abu Haera, beserta seluruh pimpinan OPD dan perwakilan DPRD Konut.

Bupati Konut Ruksamin mengatakan, menekan angka kemiskinan menjadi bagian program prioritas pada periode kedua memimpin daerah. Data tahun 2020 angka kemiskinan Konut sekira 13,53 persen. Menyusul angka pengangguran sejumlah 3,79 persen. Pertumbuhan ekonomi pun devisit. Tahun 2020 terkoreksi mines 0,72 persen. Dibandingkan tahun sebelumnya rata-rata 6,8 sampai 6,9 persen. Volume perekonomian Konut yang bertengger tiarap, akibat hantaman badai pandemik corona.

“Melalui penerapan UU cipta kerja, kita berharap akan banyak para pemilik modal datang berinvestasi. Konut merupakan daerah yang sangat strategis untuk pengembangan ekonomi. Salah satu keunggulannya memiliki kekayaan alam yang melimpah diberbagai sektor,” papar Ruksamin dihadapan Ketua komisi II DPR RI Ahmad Doli Tanjung Kurnia, akhir pekan lalu.

Bupati dua periode itu menjelaskan, posisi Konut yang memiliki kekayaan alam khususnya pada aspek pertambangan, saat ini sedang diusulkan ke pemerintah pusat agar Konut masuk dalam kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN). Niat tersebut juga diamini oleh Gubernur Sultra Ali Mazi. Bersinergi meminta restu ke pemerintah pusat agar Konut ditetapkan sebagai PSN.

“Sekitar 47 persen cadangan nikel di Sultra ada di Konut, atau sekira 46 miliar metrik ton. Dan saat ini sudah ada empat investor yang siap berakselerasi membangun industri smelter. Jika itu jadi dan diberi restu pemerintah pusat, maka Konut dapat mengolah secara mandiri potensi kekayaan nikelnya,” jelas Ruksamin.

Ketua DPW PBB Sultra itu menambahkan, dengan adanya kawasan industri smelter dan penetapan Konut sebagai PSN, maka pasti meminimalisir angka kemiskinan dan pengangguran. Bahkan akan berdampak positif bagi perekonomian Sultra dan Indonesia. Dan ini seduai dan sejalan dengan misi presiden Joko Widodo dan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartanto mengenai pemulihan ekonomi akibat pandemik corona.

“Mudah-mudahan niat mulia kami ini mengenai Konut dimasukan dalam PSN dapat disampaikan kepada menteri terkait. Karena saya tahu Ahmad Doli salah satu petinggi dan bagian pengambil kebijakan di partai Golkar. Beberapa menteri adalah kader Golkar,” pinta Ruksamin kepada Ketua DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung.

Sementara itu, ketua komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menyampaikan salah satu tujuan kehadiran UU cipta kerja nomor 11 tahun 2020, untuk memudahkan kegiatan investasi. Daerah yang memiliki potensi kekayaan alam, akan masuk bagian monitoring dari pemerintah pusat. Khususnya pada tatanan sistem pengolahan yang profesional sesuai regulasi yang berlaku.

“Kaitannya dengan usulan agar Konut ditetapkan sebagai kawasan PSN, akan coba kita dorong ke menteri terkait,” kata Ahmad Doli Kurnia Tanjung. (ali).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top