Konawe Utara

Ruksamin Dorong Kembangkan Wisata Labengki

Wanggudu, KENDARINEWS. COM — Destinasi wisata di Konawe Utara (Konut) cukup menjanjikan. Salah satunya, spot wisata unggulan Pulau Labengki. Puluhan ribu wisatawan lokal hingga mancanegara datang berkunjung di tiap tahunnya. Sayang, situasi berubah saat wabah pandemik menjamur.

Kendati demikian, Bupati Konut Ruksamin tak kehilangan strategi. Ia bergerilya meramu berbagai strategi memulihkan keadaan, memantik hasrat wisatawan datang berkunjung. Subtansi muaranya merangsang pertumbuhan ekonomi daerah yang tengah lesu akibat dampak pandemik covid-19. Bersama Bank Indonesia jalin sinergi mengembangkan wisata Labengki. Kerja sama yang dihelat dalam aspek membangun landmark dan bantuan pengadaan satu unit kapal. Presmian kerja sama tersebut berlangsung di Desa Labengki.

Saat ini kata Ruksamin, diperlukan strategi jitu untuk mendorong kembali pertumbuhan ekonomi di era pandemi covid yang hingga kini masih mengintai. Dampak pandemik tidak hanya menyasar sektor kesehatan, namun juga berpengaruh buruk terhadap sektor pendidikan, ekonomi, infrastruktur, budaya, agama, pariwisata dan lainnya.

Angka pertumbuhan ekonomi Konut tahun 2020 tertekan hingga mencapai angka -0,72 persen. Padahal tahun 2019 ekonomi tumbuh sebesar 6,41 persen. Demikian pula pertumbuhan ekonomi Sultra turun sebesar -0,65. Salah satu upaya pemulihan melalui pengembangan sektor pariwisata.

“Ini momen penting untuk mendorong pariwisata khususnya pulau Labengki,” kata Ruksamin.

Tingkat kunjungan wisatawan di Konut, lanjut Ruksamin menurun drastis. Tercatat tahun 2020 sebanyak 8.143 orang wisatawan domestik dan hanya 44 orang wisatawan mancanegara. Tahun 2019 jumlah wisatawan domestik sebanyak 61.446 orang dan wisatawan mancanegara yang berkunjung sebanyak 1.790 orang.

“Kami berharap keberadaan landmark dan transportasi penumpang melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) dapat menjadi daya dukung bagi masyarakat sekitar. Terutama dalam mengembangkan daya tarik wisata di pulau Labengki yang dapat berimplikasi pada meningkatan kesejahteraan masyarakat,” urainya.

Bupati Konut dua periode itu berharap sinergitas dan kerjasama dari Bank Indonesia dapat menjadi langkah strategis dalam
pengembangan pariwisata. Termasuk bisa bersinergi dengan kegiatan-kegiatan yang telah diprogramkan oleh Dinas Pariwisata terkait pengembangan destinasi wisata prioritas “segitiga berlian” yaitu Labengki -pantai Taipa, air panas Wawolesea. Agar upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar objek wisata atau desa wisata dapat terwujud secara optimal.

“Kami juga juga membuka diri untuk kerjasama dalam bidang lainnya. Mengingat besarnya potensi pengembangan sektor-sektor unggulan seperti pertanian tanaman pangan, perkebunan, dan perikanan Konut,” tutup ketua DPW PBB.

Sementara itu, Kepala BI Perwakilan Sultra Bimo Epyanto menyampaikan pengembangan pariwisata yang dilakukan secara baik, dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berperan dalam pengelolaan defisit transaksi berjalan. Konawe Utara memiliki berbagai potensi wisata. Salah satunya ecotourism di pulau Labengki yang
menawarkan keindahan alam, keunikan budaya dan kehidupan sosial kepada wisatawan.

“Dalam rangka pengembangan wisata di pulau Labengki, salah satu upaya yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah melalui pemberian Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) berupa pembangunan landmark dan pemberian kapal transportasi penumpang,” kata Bimo Epyanto.

Bantuan tersebut lanjutnya, ditujukan untuk mendorong daya tarik wisatawan melalui partisipasi masyarakat sehingga dapat berperan dalam meningkatkan
kesejahteraan. (b/ali)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top