Ruang Isolasi Pasien Covid-19 Full

HEADLINE NEWS

KENDARINEWS.COM — Pelayanan di Rumah Sakit (RS) Bahteramas Kendari belum maksimal. Di sana-sini, masih saja kelemahan yang perlu dibenahi. Jangan heran, ada saja warga yang mengeluhkan layanan kesehatan RS plat merah ini. Apalagi masa pandemi covid-19. Atas dasar itulah, manajemen RSUD tak hanya fokus memperbaiki layanan kesehatan, namun juga meminta saran dan masukan dari berbagai elemen masyarakat.

Direktur RSUD Bahtermas, dr Hasmuddin menyadari layanan kesehatan di RS yang dipimpinnya masih perlu perbaikan. Hal ini terlihat dari indeks kepuasan masyarakat RS Bahteramas yang masih di bawah standar nasional. Makanya, pihaknya terus mendorong peningkatan layanan kepada masyarakat.

“Alhamdulillah, hari ini (kemarin) kami mengundang berbagai stake holder maupun elemen masyarakat. Diantaranya, ombusman, media, tokoh masyarakat, penyintas covid termasuk OPD terkait. Kami ingin berdiskusi dan meminta saran untuk perbaikan khususnya pelayanan IGD sehubungan dengan layanan covid-19, “kata Hasmuddin saat acara Forum Konsultasi Publik (FKP) penguatan pelayanan terpadu di IGD dan perawatan pasien Covid 19 di RSUD Bahteramas, Selasa (9/7).

Masukan masyarakat kata dia, sangat penting. Sebab mereka bisa merasakan dan mengalami kendala di IGD dan perawatan pasien Covid 19. Untuk itulah, pihaknya mengundang berbagai elemen agar bisa mendengar langsung keinginan masyarakat. Dengan begitu, pihaknya bisa melakukan perbaikan.

“Untuk peningkatan layanan, kita terpusat pada pelayanan IGD. Sehingga semua fasilitas dalam pelayanan IGD terlebih time respon dokter, fasilitas, SDM, dan alat alatnya harus dilengkapi. Artinya ini rencana kita kedepan yang harus kita penuhi demi kepuasan layanan masyarakat, “bebernya.

Sementara untuk pelayanan Covid-19 lanjutnya, tetap merujuk pada protokol yang ada. Hanya saja, pihaknya kerap kewalahan saat jumlah pasien meningkat. Jika pasiennya banyak, time responnya menurun. Sementara petugasnya terbatas. Makanya, beberapa pasien yang datang terkadang mengeluh. “SDM kita dalam pelayanan Covid-19 hanya itu-itu saja. Itu yang menyebabkan responnya kadang terlambat. Di sisi lain, perhatian tenaga kesehatan (Nakes) kita juga terbagi,” jelasnya.

Saat ini, pasien covid-19 ruang isolasi RS Bahteramas full. Dari 44 tempat tidur, semuanya telah terisi. Selain itu, pihaknya turut menyiapkan ruangan lain (non isolasi) untuk perawatan pasien covid-19 yang kondisinya relatif stabil sebanyak 50 bed dan semuanya pun telah terisi.

“Kalau ada penambahan pasien, kami bingung mau dikemanakan. Untuk itulah, saya meminta pelayanan dan petugas medis tetap menjaga diri. Sebab mereka berpotensi terpapar. Kita boleh melayani orang tapi jangan mengorbankan diri juga. Saat ini sudah ada beberapa dokter dan perawat terbaring. Pelayanan boleh ditingkatkan namun protokol tetap harus dijalankan, ” pungkasnya. (b/rah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *