HEADLINE NEWS

Ribuan PNS Pemprov Divaksin, Ali Mazi : Tetap Waspada, Covid-19 Masih Mengancam

KENDARINEWS.COM — Pelataran kantor Gubernur Sultra penuh sesak aparatur sipil negara (ASN). Ratusan dari target 1.315 ASN dari berbagai dinas, kantor dan badan lingkup Pemprov Sultra berjubel untuk menerima vaksin Covid-19. Satu per satu, ASN mendapat giliran menerima suntikan vaksin. Sekda Provinsi Sultra Nur Endang Abbas dan beberapa pimpinan OPD tak luput dari vaksinasi. Hingga pukul 14.30 Wita Kamis (25/3), proses vaksinasi masih berlangsung.

Upaya menangkal penyebaran Covid, tidak hanya sebatas penerapan protokol kesehatan (Prokes). Bagi Gubernur Sultra, Ali Mazi, menangkal Covid harus dengan meningkatkan imun aparatur sipil negara (ASN). Seribuan ASN lingkup Pemprov Sultra menerima vaksinasi. Gubernur Sultra, Ali Mazi mengatakan vaksinasi yang dilakukan di kantor gubernur ini juga dilakukan di 17 kabupaten/kota se-Sultra. Ini merupakan vaksinasi Covid-19 tahap kedua, setelah sebelumnya vaksinasi tahap pertama dilakukan bagi pejabat publik, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan para tenaga kesehatan (nakes). “Dengan vaksinasi massal ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah di Sultra sangat serius dalam menyukseskan pelaksanaan vaksinasi Covid-19,” ujarnya saat membuka pelaksanaan vaksinasi di kantor gubernur, Kamis (25/3).

Gubernur Ali Mazi berharap, partisipasi ASN menerima vaksin dapat menghilangkan kekhawatiran sebagian masyarakat tentang vaksin Covid-19, akibat adanya berita hoaks yang menyesatkan yang selama ini beredar luas di tengah masyarakat. “Meski telah divaksin, ASN dan masyarakat tidak boleh lengah. Tetap mawas diri, karena bahaya Covid-19 masih saja mengancam. Tetap patuhi protokol kesehatan dalam aktifitas sosial sehari-hari,” ungkap Ali Mazi.

Gubernur Sultra dua periode itu meminta Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dinas kesehatan, dan seluruh stakeholder terkait di pemprov, kabupaten/kota, serta seluruh komponen masyarakat untuk semangat berpartipasi menyukseskan vaksinasi Covid-19. “Pastikan setiap sasaran mendapatkan vaksinasi Covid-19 lengkap, sesuai dengan yang dianjurkan dengan kualitas pelayanan yang baik,” tegas Gubernur Ali Mazi.

Sekira 1.315 ASN lingkup Pemprov Sultra yang menjadi sasaran vaksinasi. Mereka tersebar dari berbagai OPD di lingkup pemprov. Berdasarkan ketentuan, bagi ASN yang menjalani suntikan vaksinasi pertama, Kamis kemarin, akan kembali divaksin pada tahap kedua 28 hari ke depan. Ini mengacu pada Surat Edaran Direktorat Jenderal Kementerian Kesehatan Nomor: HK.02.02/i/653/2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 tanggal 15 Maret 2021.

Ada tiga poin penting yang diatur dalam surat edaran itu. Pertama, penambahan alternatif interval penyuntikan dosis pertama dan kedua yaitu 28 hari untuk populasi dewasa (18-59 tahun). Alternatif ini dapat dipilih dalam pelaksanaan kegiatan vaksinasi yang menyasar populasi dewasa maupun lansia secara bersamaan.

Kedua, vaksin Covid-19 harus digunakan secepatnya karena memiliki masa pakai yang pendek yaitu enam bulan sejak tanggal produksi. Dibutuhkan monitoring ketat pemakaian vaksin dalam rangka mencegah pemborosan vaksin. Ketiga, optimalisasi indeks pemakaian vaksin dengan tetap menjaga mutu kualitas vaksin. Vaksin Covid-19 produksi PT. Biofarma dapat dioptimalkan penggunaannya sampai 11 dosis masing-masing 0,5 ml. (rah/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

To Top