Metro Kendari

Realisasi Pajak Triwulan III, Baru 44,73 Persen

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kendari, Sri Yusnita

KENDARINEWS.COM– Pandemi Covid-19 turut memberikan tekanan terhadap pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak di Kota Kendari. Hingga triwulan III tahun 2021, realisasi PAD baru mencapai 44,73 persen atau hanya Rp 104,67 miliar dari target tahun ini sebesar Rp 243 miliar.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kendari, Sri Yusnita mengakui realisasi PAD hingga triwulan III masih rendah. Itu dikarenakan beberapa sumber pajak daerah seperti perhotelan dan restoran masih terdampak pandemi. Kendati demikian, pihaknya terus mengupayakan peningkatannya melalui beberapa regulasi yang dihadirkan. Salah satunya melalui Surat Keputusan (SK) Wali Kota Kendari nomor 656 tahun 2021 penundaan pembayaran dan penghapusan denda pajak.

“Pak Wali Kota memberikan kebijakan penundaan pembayaran dan penghapusan denda untuk pajak hotel, rumah kos, reklame, restoran, hiburan, pajak parkir dan pajak air tanah untuk masa pajak bulan Juli 2021 dan Agustus 2021. Penundaan tersebut diberi batas waktu penyetoran pajak terutang kedua masa pajak tersebut pada tanggal 30 November 2021,” kata Sri Yusnita, kemarin.

Ia menyakini penundaan pembayaran dan penghapusan denda pajak akan menjadi stimulan bagi peningkatan PAD dari sektor pajak yang terdampak Covid. “Kebijakan tersebut juga sebagai edukasi bagi warga agar tetap memenuhi kewajibannya sebagai wajib pajak,” ungkapnya.

Dari 11 sektor pajak kata mantan Kepala DPMPTSP Kendari ini, terdapat beberapa sektor yang tidak terpengaruh dengan pandemi Covid-19. Sektor pajak yang dimaksud seperti Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang mana hingga pada triwulan III tahun ini realisasi mencapai Rp 30,76 miliar atau mengalami peningkatan dari yang sebelumnya (triwulan III 2020) hanya Rp 29,18 miliar.

“Ini pajak penerangan jalan merupakan salah satu sektor pajak yang tidak berpengaruh pada pandemi baik tahun lalu maupun tahun ini jadi meningkat terus,” ungkap Sri Yusnita.

Selanjutnya, pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) hingga September 2021 sebesar Rp 27,39 miliar atau mengalami peningkatan dari periode yang sama tahun lalu sekira Rp 17,84 miliar. Kemudian Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) realisasinya Rp 14,82 miliar atau meningkat jika dibandingkan tahun lalu hanya Rp 11,43 miliar.

Sekedar informasi, realisasi pajak hotel ditiriwulan III tahun ini tercatat sebesar Rp 9,68 miliar atau meningkat dari realisasi pada periode yang sama tahun lalu hanya Rp 6,76 miliar. Selanjutnya pajak restoran yang juga mengalami peningkatan menjadi Rp 14,38 miliar dari yang sebelumnya hanya Rp 9,51 miliar. Adapun sisanya sekira Rp 7,64 miliar disumbangkan sektor pajak lainnya seperti reklame, parkir dan tempat hiburan. (b/ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

To Top