Metro Kendari

Rawan Pencurian Data, Jangan Upload Dokumen Kependudukan di Medsos

KENDARINEWS.COM — Memposting sesuatu objek atau kejadian menarik di media sosial (Medsos) sudah menjadi kebiasaan warga. Meski begitu, masyarakat diminta untuk tetap berhati-hati dan selektif dalam mengupload sesuatu di medsos. Apalagi berkaitan dengan data administrasi kependudukan (Adminduk)-nya. Pasalnya rawan terjadi pencurian data.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kendari, Iswanto Dongge mengatakan dokumen kependudukan seperti Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-El), Kartu Keluarga (KK), dan Kartu Identitas Anak (KIA) serta dokumen kependudukan lainnya sangat tidak dianjurkan diberikan kepada pihak lain apalagi dishare ke medsos.

Suasana pelayanan administrasi kependudukan di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Kendari. Disdukcapil mengimbau warga yang memiliki adminduk seperti KTP El, KK, dan KIA untuk tidak menguploadnya di media sosial.

“Di medsos itu, apalagi di Facebook banyak sekali pencuri data. Bisa saja data yang kita posting di-save dan salah gunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Yang tentunya akan merugikan kita sendiri,” kata Iswanto, kemarin.

Mantan Inspektur Pembantu (Irban) III Inspektorat Kendari ini tak menampik jika saat ini masih banyak warga yang belum sadar betapa pentingnya kerahasiaan adminduk. Jika dilakukan pengecekan dilaman pencarian google dengan mengetik KTP Elektronik, itu langsung muncul sekira ratusan ribu foto KTP.

“Di situ akan terlihat jelas, identitas data diri dan foto pemilik. Itu bersumber dari postingan masyarakat di Medsos. Sehingga ini menjadi sangat rawan disalah gunakan. Apalagi jika digunakan untuk pinjaman online (Pinjol) tentu ini sangat merugikan masyarakat,” kata Iswanto.

Sebagai bentuk pencegahan, pihaknya tak hentinya melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait kerahasiaan identitas diri. Upaya itu dilakukan agar masyarakat tidak sembarangan menyerahkan identitas dirinya kepada orang lain, apalagi sampai mempublikasikannya di medsos. (b/ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top