Nasional

Rasio Literasi Rendah, Satu Buku untuk 90 Orang


KENDARINEWS.COM — Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Syarif Bando mengungkapkan sejumlah tantangan literasi di Indonesia. Diantaranya adalah ketersediaan buku. Menurut dia kondisi kegemaran membaca di Indonesia saat ini mengalami kendala keterbatasan bahan bacaan untuk masyarakat.

Dia mengatakan tingkat kegemaran membaca buku idealnya didukung dengan ketersediaan buku yang mencukupi. ’’Berdasarkan hasil penelitian, rasio buku dengan jumlah penduduk (di Indonesia, Red) masih 1:90,’’ kata Syarif Bando dalam gelaran Gemilang Perpustakaan Nasional Tahun 2021 di Jakarta, Selasa (14/9) kemarin.

Itu artinya satu buku di Indonesia ditunggu oleh 90 orang lainnya. Dengan kata lain ada 90 orang yang antri untuk membaca satu buku. Padahal idealnya berdasarkan standar dari UNESCO, Indonesia memerlukan tiga buku untuk setiap orang per tahunnya. Untuk itu Syarif mengatakan pengadaan koleksi bahan bacaan berbasis lokal konten harus terus digaungkan.

Sehingga setiap masyarakat di daerah bisa mengetahui asal usul kebudayaan dan kearifan lokal setempat. ’’Saya kira setiap daerah harus bertanggung jawab untuk menuliskan potensi yang dimiliki daerah tersebut,’’ tuturnya. Dia menegaskan saat ini sangat penting sekali bagi kita semua untuk menumbuhkan buku-buku lokal konten di tengah masyarakat.

Dua pengunjung membaca buku di Perpustakaan Balai Pemuda Surabaya. Alfian/JawaPos

Menurut dia literasi sangat penting. Puncak dari tingkatan literasi adalah kemampuan menciptakan barang dan jasa yang bermutu. Sehingga dapat digunakan dalam kompetisi global. Dia meyakini pemerintah daerah akan ikut berkontribusi untuk meningkatkan literasi di daerah masing-masing.

Dalam kesempatan itu, Perpusnas memberikan penghargaan Nugra Jasadharma Pustaloka 2021 kepada sejumlah lembaga dan perorangan. Diantaranya kepada Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, Bupati Magetan Suprawoto, dan Bupati Hulu Sungai Utara Abdul Wahid. Kemudian penghargaan Bunda Literasi Jawa Barat Atalia Prarataya, Bunda Baca Kabupaten Musi Banyuasin Erini Mutia Yufada, dan Bunda Baca Kota Tegal Roro Kusnabilla Erfa Dedi Yon. (jpg)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top