Wakatobi

RAPBDes Dibahas, Pencairan Maret

KENDARINEWS.COM — Akhir tahun 2020 lalu pencairan alokasi dana desa (ADD) tahap ketiga untuk beberapa wilayah, mengalami keterlambatan. Hal ini tentu menjadi salah satu catatan penting bagi kepala desa (Kades) dan aparatnya. Sebab jika tidak diseriusi akan berdampak pada kegiatan desa setempat. Awal tahun 2021 ini sejumlah desa telah melakukan pembahasan rancangan anggaran pendapatan dan belanja desa (RAPBDes). Agar pencairan tahap pertama terealisasi tepat waktu, maka pembahasan RAPBDes juga harus segera tuntas. Selain itu, laporan pertanggungjawaban kegiatan, baik menggunakan dana desa (DD) maupun ADD harus selesai.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlidungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3APMD) Wakatobi, H. La Ode Husnan, menyayangkan keterlambatan pencairan ADD. Salah satu penyebabnya karena lambannya proses pembahasan APBDes. Pihaknya berharap agar pencairan pada tahap awal ini bisa lebih cepat. “Sementara di desa masih proses pembahasan RAPBDes. Untuk pencairan ini paling lambat bulan Maret ini. Kalau bisa jangan lewat bulan itu,” katanya, mengingatkan, Senin (15/2).

Apalagi proses pencarian ADD masih sama dengan tahun lalu. Aparat desa diharapkan gesit dalam mengurus segala dokumen dan persyaratan yang menjadi acuan pencarian ADD maupun DD. “Untuk ADD saya belum cek nominalnya berapa. Tapi kalau untuk DD mengalami sedikit kenaikan,” tandasnya. Hal senada juga diutarakan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Wakatobi, Juhaidin. Desa yang mengalami keterlambatan pencairan anggaran salah satunya disebabkan laporan pertanggungjawabannya. “Yang sering saya sampaikan memang hal itu, karena kerap kami temukan pada saat proses pencairan. Intinya kualitas sumber daya manusia Pemerintah Desa harus ditingkatkan lagi,” tegasnya. (b/thy)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top