HEADLINE NEWS

Punya Nikel dan Mangan, Bupati Rancang Konsep Buton Industrial Park di Kapontori

KENDARINEWS.COM — Kekayaan alam Buton bukan hanya aspal dan hasil perikanan. Di perut bumi Buton juga terdapat nikel dan mangan. Potensi dua sumber daya alam ini sudah dilirik oleh investor. Bahkan rencananya dalam waktu dekat sudah mulai dikembangkan melalui pembangunan pabrik baterai lithium di Kabupaten Buton.

Hal ini terungkap pada Rapat terbatas via zoom meeting antara Pemerintah Kabupaten Buton dengan pihak Kadin, Asisten Deputi Kemenkomarves RI Yudi Prabangkara, pihak Bea Cukai Kendari dan dua investor China, salah satunya CMEC (China Machinery Engineering Corporation) pada Rabu siang (23/12). Pertemuan ini diinisiasi oleh IRDI (Indonesian Research & Development International), Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Indonesia bekerja sama dengan Pemda Buton.

Bupati Buton La Bakry, mengatakan kekayaan sumber daya alam Buton khususnya pertambangan nikel dan mangan juga cukup menjanjikan di otoritanya. Saat ini ada dua IUPS besar dengan biji nikel yang beroperasi dan deposit nikel diperkirakan lebih dari 100 juta ton. Dengan modal itu, Buton sangat siap untuk menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan termasuk lahan dan juga melakukan komunikasi dengan pihak perusahaan nikel untuk kesiapan bahan baku pabrik baterai maupun smelter nikel.

“Ini peluang besar untuk kita, karena bisa menyerap tenaga kerja yang banyak karena investor juga berencana membangun PLTU di lokasi yang sama,” jelasnya.

Ketua DPD Golkar Buton ini mengatakan rencananya tim dan investor akan berkunjung langsung ke Buton awal tahun 2021 sekitar bulan Maret untuk melihat secara langsung kesiapan kawasan industri Buton ini.

Konsep pengembangan Kawasan Industri Buton yang digagas ini bernama BIP (Buton Industrial Park) sebagai pusat pertambangan kota-daur ulang baterai EV. Lokasi yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Buton untuk BIP ini terletak di Kecamatan Kapontori. Kawasan itu akan dibangun oleh CMEC (China Machinery Engineering Corporation). Power plant 2 x 350 MW, akan didatangkan dengan sistem BOT (Built, Operate, Transfer). Salah satu calon investor yang akan masuk menjadi tenant adalah CATL (Contemporary Ampere Technology).

Turut hadir pada rapat virtual ini Kepala Dinas PTSP, Kepala Dinas Perindustrian, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Apdi Kusuma dan Staf Khusus Bupati Buton Bidang Perekonomian dan Pembangunan Wahyudi Samsudin. (lyn)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top