Buton

Pulau Pendek Buton Diproyeksi Jadi Cagar Budaya

KENDARINEWS.COM — Kawasan Pulau Pendek di Kabupaten Buton, sempat viral di dunia maya beberapa waktu lalu. Ada oknum yang mengaku ahli waris hendak menjualnya. Hal itu mengundang reaksi sejumlah pihak termasuk aparat keamanan. Belakangan baru diketahui, jika pulau itu adalah zona peradaban masa lalu. Sejumlah objek sejarah masih bisa ditemui hingga saat ini. Untuk melindungi pulau tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton berencana menetapkannya sebagai cagar budaya.

Minggu (7/3), pihak Dinas Kebudayaan Buton dan Masyarakat Sadar Wisata (Masata) meninjau lokasi itu. Keduanya berkolaborasi untuk mengidentifikasi sejumlah benda peninggalan. Pengukuran tiga titik makam tua dilakukan. Termasuk melakukan wawancara singkat dengan penduduk desa yang difasilitasi Pemdes Boneatiro Barat. Kepala Dinas Kebudayaan Buton, La Ode Syamsudin, menegaskan, Pulau Pendek akan dilindungi pemerintah. Caranya dengan menetapkannya sebagai cagar budaya. “Setelah kita cek, di sini ada makam tua berusia 200 tahun. Jumlahnya mencapai puluhan makam. Kemudian tidak jauh dari sini ternyata ada benteng. Itu bukti bahwa pernah ada peradaban di sini. Dengan begitu memenuhi syarat sebagai cagar budaya,” paparnya.

Setelah ditetapkan sebagai cagar budaya, masyarakat tetap bisa berwisata budaya di sana. Tidak terkecuali juga mengelola lahan di pulau tersebut. “Yang penting tidak untuk dijual. Berkebun pun tidak dilarang, silahkan. Asal tidak merusak,” tegasnya.

Selain pulau pendek, Dinas Kebudayaan Buton juga mengunjungi sebuah makam tua di Desa Boneatiro. Makam itu milik Raja Molae, Raja Buton ke V dengan Sangia Gola. “Makam ini juga layak menjadi cagar budaya jenis struktur,” pungkas La Ode Syamsudin. (b/lyn)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

To Top