Konawe

Proses Pencairan Dana Desa di Konawe Bergulir, Program PPKM Rp 17 Miliar

KENDARINEWS.COM — Proses pencairan dana desa (DD) tahap I pada 291 desa di Konawe, saat ini sementara bergulir. Seperti diketahui, setiap tahun pencairan DD dilakukan sebanyak tiga tahap. Mulai dari tahap pertama 40 persen, 40 persen, serta tahap ketiga 20 persen. Untuk pencairan tahap pertama sebesar 40 persen itu, penggunaan DD oleh masing-masing Pemerintah Desa (pemdes) diprioritaskan untuk kegiatan penanganan Covid-19.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Konawe, Keni Yuga Permana, mengatakan, kegiatan penanganan Covid-19 di tingkat desa dimaksud, merupakan program Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Besaran anggarannya delapan persen dari jumlah total DD. Lewat dana yang diporsikan itu, tim relawan desa diupayakan dapat bekerja sama dengan Pemdes setempat dalam rangka edukasi dan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan wabah Covid-19.

“Selain itu, dapat mengaktifkan lagi posko jaga desa untuk memantau mobilitas masyarakat. Saat ini juga bulan Ramadan, Pemdes mesti selalu mengingatkan warga agar senantiasa menjaga jarak saat beribadah di masjid. Termasuk menyediakan masker dan hand sanitizer di tempat ibadah tersebut,” ujar Keni Yuga Permana, kemarin. Ia menuturkan, paradigma yang hendak dibangun lewat program PPKM itu yakni desa aman Covid-19. Artinya, meskipun dalam situasi pandemi, masyarakat desa harus tetap sehat dan produktif dalam meningkatkan perekonomian keluarganya masing-masing. Penanganan Covid-19 itupun, merupakan kegiatan perdana di awal tahun anggaran yang perlu diprioritaskan oleh tiap-tiap desa, bukan cuma di Konawe, melainkan pada seluruh Indonesia.

“Untuk di Konawe, total anggaran yang terserap di semua desa untuk kegiatan PPKM ini sebesar Rp 17 miliar. Kalau untuk alokasi tiap desanya tidak bisa kami estimasi, sebab besaran DD tiap desa bervariasi. Ada yang Rp 1 miliar ada juga yang di bawah dari itu. Yang jelas, PPKM ini dialokasikan setiap desa sebesar 8 persen dari DD,” tandas mantan Camat Wonggeduku Barat itu. (c/adi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

To Top