Produksi Nikel Menurun, Nilai Ekspor Sultra Anjlok

Ekonomi & Bisnis
Agnes Widiastuti

KENDARINEWS.COM– Ekspor Sultra masih bergantung pada hasil pertambangan seperti nikel (Golongan Barang (HS)/72). Buktinya, penurunan produksi biji nikel pada Mei lalu berdampak pada penurunan nilai ekspor Sultra. Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra mencatat telah terjadi penurunan ekspor sebesar USD222,69 juta (51,45 persen) dari yang sebelumnya (April 2021) USD432,80 juta menjadi USD210,11 juta pada Mei 2021.

Kepala BPS Sultra, Agnes Widiastuti mengungkapkan, penurunan nilai ekspor Sultra dipengaruhi oleh penurunan produksi tiga komoditas unggulan Sultra yang meliputi Biji dan Besi (nikel), ikan dan udang, serta golongan barang buah-buahan. Agnes tidak menyebut detail rincian jumlah produksinya, yang jelasnya penurunan yang terjadi berdampak terhadap nilai ekspor yang dihimpun pihaknya.

Ia mengungkapkan, penurunan ekspor terbesar terjadi pada golongan barang besi dan baja yang mengalami penurunan hingga 51,58 persen. Kemudian penurunan nilai ekspor terbesar juga disumbangkan oleh golongan barang buah-buahan yang menurun hingga 69,36 persen atau menurun sebesar USD0,05 juta dari USD0,07 juta pada April 2021 menjadi hanya USD0,2 juta pada Mei 2021.

Selain besi dan baja serta buah-buahan, golongan barang lainnya yang mengalami penurunan nilai ekspor adalah golongan barang ikan dan udang, yang mana terjadi penurunan sebesar USD0,86 juta dari yang sebelumnya (April 2021) sempat mencapai USD2,65, kini (Mei 2021) hanya bisa diekspor sebesar USD179.

Sementara itu, dua golongan barang unggulan Sultra yang lainnya yakni kopi, teh, rempah-rempah dan golongan barang paket pos, parsel, dan barang dikembalikan tercatat berkontrobusi tetap. Seperti pada golongan kopi, teh, rempah-rempah yang hanya mencatatkan nilai ekspor sebesar USD0,12 juta atau capaiannya sama dengan perolehan bulan April lalu. Sementara golongn barang paket pos, parsel dan barang juga tetap atau tidak berproduksi sejak April hingga Mei lalu.

Agnes berharap, penurunan produksi sejumlah golongan barang unggulan Sultra bisa segera diatasi pihak terkait sehingga bisa meningkatkan capaian produksi dan meningkatkan kinerja ekspor Sultra kedepannya. (ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *