HEADLINE NEWS

PPKM Diperpanjang Sampai 6 September


–12 Kab/Kota PPKM Level 3, 5 Daerah Level 2


KENDARINEWS.COM — Pemerintah kembali memperpanjang masa penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di luar Pulau Jawa-Bali. Waktunya dimulai 24 Agustus hingga 6 September 2021. Selama 14 hari, aktivitas masyarakat Sultra dibatasi. Kebijakan itu tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) nomor 37 tahun 2021 tentang PPKM level 3 dan pengendalian Covid-19.

Di Kendari, kebijakan PPKM ditindaklanjuti dengan Surat Edaran (SE) Wali Kota Kendari Nomor : 440/5036/2021. Salah satu poin yang diatur meminta masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) agar terhindar dari penularan Covid-19.

Wakil Gubernur (Wagub) Sultra, Lukman Abunawas mengatakan, perpanjangan PPKM yang kesekian kalinya ini dalam rangka mengendalikan laju penyebaran Covid-19. “Kita kembali perpanjang PPKM. Di Sultra, terdapat 12 kabupaten/kota masuk PPKM level 3 dan 5 daerah lainnya PPKM level 2,” urai Lukman Abunawas, Selasa (24/8) kemarin.

Mantan Bupati Konawe dua periode itu menyebut 12 kab/kota PPKM level 3 yakni Kota Kendari, Kota Baubau, Buton Tengah, Buton Utara, Kolaka, dan Kolaka Timur. Selain itu, Kabupaten Kolaka Utara, Konawe, Konawe Kepulauan, Konawe Selatan, Konawe Utara dan Muna Barat. Sementara 5 kabupaten PPKM level 2 yakni Kabupaten Bombana, Buton, Buton Selatan, Muna, dan Wakatobi.

“Perpanjangan PPKM ini demi kebaikan dan keselamatan bersama dalam menekan angka penyebaran Covid-19 di Sultra. Kebijakan PPKM ini mesti dibarengi penerapan prokes pencegahan Covid-19 dan mendorong akselerasi vaksinasi masyarakat. Antusias masyarakat dalam vaksinasi cukup tinggi. Tak menutup kemungkinan kita segera keluar dari pandemi Covid-19,”beber Wagub Sultra Lukman Abunawas.

Sementara itu, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengatakan, perpanjangan PPKM ini tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Namun ada poin tambahan, seperti masyarakat diminta memakai masker dengan benar dan konsisten. “Kalau beraktifitas di luar rumah, tolong pakai masker dengan baik. Jangan hanya dijadikan aksesoris atau digantung di leher. Selain itu, tidak diizinkan memakai face shield tanpa memakai masker. Begitu pun dirumah. Sebaiknya memakai masker karena disitu titik kelemahan kita. Merasa aman bersama keluarga padahal bisa jadi di situlah sumber penularannya,” kata Sulkarnain Kadir.

Politisi PKS Sultra ini menambahkan, ada beberapa poin yang dilonggarkan dalam aturan PPKM kali ini. Seperti kegiatan pada area publik seperti fasilitas umum, taman, tempat wisata dan area publik lainnya diizinkan beroperasi dengan kapasitas pengunjung maksimal 50 persen. “Sebelumnya dilarang buka karena dikhawatirkan menimbulkan kerumanan yang berpotensi penularan Covid-19. Kini dibuka kembali secara bertahap dan tetap menerapkan prokes ketat,” kata Sulkarnain Kadir.

Terpisah, Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kendari, dr.Algazali Amirullah mengatakan, kebijakan perpanjangan PPKM sudah tepat. PPKM berkontribusi menekan laju penularan Covid-19. Buktinya, PPKM periode 10-23 Agustus 2021, kasus penularan berkisar 281 dari sebelumnya sekira 400 kasus.

Pada sisi lain, angka kesembuhan juga meningkat menjadi 726 pasien dari yang sebelumnya hanya berada dikisaran 500 pasien sembuh. “Ini berkat penerapan PPKM. Masyarakat diminta untuk tetap berdisiplin protokol kesehatan. Mudah-mudahan dalam penerapannya kali ini bisa semakin mengendalikan penyebaran Covid-19,” kata Algazali. (rah/ags/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top