Metro Kendari

PPKM Darurat Berpotensi Diterapkan di Kendari

Ketgam : Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kendari saat melakukan skrining pada sejumlah pelintas di perbatasan Kendari – Konsel (Konda) beberapa waktu lalu.

KENDARINEWS.COM– Jumlah kasus Covid-19 di Kota Kendari terus mengalami peningkatan. Hingga kemarin (01/07), jumlah kasus aktif sudah mencapai 421 kasus atau mengalami penambahan 30 kasus dari yang sebelumnya hanya 291 kasus. Meningkatnya jumlah pasien terkonfirmasi Covid-19 berpotensi diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat oleh pemerintah.

Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19, dr.Algazali Amirullah tak menampik jika telah terjadi peningkatan kasus Covid-19 secara signifikan di Kota Kendari. Ia mencontohkan, selama tiga pekan terakhir telah terjadi peningkatan sebesar 417 kasus menjadi 421 kasus dari yang sebelumnya sempat tersisa hanya 4 kasus aktif.

“Jika beberapa pekan kedepan trennya meningkat, tentu akan mengarah kesana (PPKM Darurat). Tapi kita masih lihat perkembangannya. Untuk sementara PPKM darurat hanya diberlakukan di Pulau Jawa dan Bali,” ungkap dr.Algazali.

Terpisah, Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengaku saat ini pihaknya belum memberlakukan PPKM darurat (Lockdown) dan hanya menerapkan PPKM mikro sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 14 tahun 2020 tentang perpanjangan PPKM skala mikro dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Menurut Sulkarnain, PPKM skala mikro adalah sebuah kebijakan yang tepat ketimbang melakukan Lockdown ditengah meningkatnya kasus aktif Covid-19 ditanah air termasuk Kota Kendari. “Kita sudah terapkan sejak 21 Juni kemarin pasca diterbitkannya Instruksi Mendagri Nomor 14 tahun 2021. Kebijakannnya mengacu pada aturan tersebut,” kata Sulkarnain Kadir, Kamis (1/7).

Sulkarnain menyebutkan beberapa garis besar dari PPKM Skala Mikro di Kendari. Pertama, pihaknya bakal masif melakukan tracing terhadap masyarakat yang terindikasi Covid-19 atau memiliki keluarga yang terkonformasi Covid-19.

“Tracing kita semakin masifkan. Kalau dulu standarnya 1 pasien kita tracing 100 orang disekitarnya, sekarang 1 pasien maka kita tracing 300 orang. Itu untuk memastikan bahwa tidak terjadi transmisi lokal yang tidak terkendali,” kata Sulkarnain Kadir.

Politisi PKS Sultra ini mengaku telah menginstruksikan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 untuk memamsifkan tracing diwilayah yang terindikasi rawan terjadi penularan wabah yang menyerang sistem pernapasan itu.

Selain memasifkan tracing, kebijakan pemkot lainnya yakni melakukan pengawasan dan pengendalian pada lingkungan kawasan pemukiman yang terdeteksi ada pasien positif Covid-19. “

“Ini fenomena nasional. Saya kira kita sudah belajar setahun lebih bahwa situasi ini jangan dihadapi dengan kepanikan. Karena semakin panik semakin kita tidak bisa kendalikan eskalasinya. Oleh karena itu, percayakan kepada kami (pemerintah) melakukan langkah-langkah straregis seperti tracing dan PPKM Mikro ini,” kata Sulkarnain Kadir.

Sekedar informasi, hingga kemarin (01/07) pukul 15.00 Wita, jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Kendari tercatat sebanyak 5.159 kasus. Rinciannya, 421 pasien dalam perawatan, 4.673 sembuh, dan 65 pasien meninggal dunia (ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top