Metro Kendari

Polda Terjunkan Ribuan Personel, Operasi Ketupat 2021 Berlangsung 12 Hari

KENDARINEWS.COM–Jelang perayaan Idul Fitri, Polda Sultra akan menggelar Operasi Ketupat. Rencananya, pelaksanaanya akan berlangsung selama 12 hari atau mulai tanggal 6 s.d 17 Mei mendatang. Operasi ini bertujuan tidak hanya memastikan lalu lintas kendaraan, namun juga mengantisipasi arus mudik termasuk menjaga kondusifitas wilayah hukum Polda Sultra.

Kabid Humas Polda Sultra, Kombes Pol Ferry Walintukan mengatakan akan menurunkan 3.432 personil gabungan dalam Operasi Ketupat 2021. Tim gabungan ini terdiri dari 1.286 personel Polri dan 2.146 personel TNI dan instansi terkait lainnya. Saat ini, Polda Sultra bersama tim gabungan lainnya terus mematangkan mekanisme di lapangan.

Kebijakan pelarangan mudik Lebaran 2021 yang dikeluarkan pemerintah sambungnya, akan dipersiapkan secara lintas sektoral. Beberapa waktu lalu, pihaknya telah menggelar rakor lintas sektor dengan jajaran Forkopimda baik di pusat maupun daerah Sultra. Upaya ini dilakukan untuk menyatukan satu visi. Belajar dari tahun sebelumnya, masih saja ada masyarakat yang “bandel”. Maka dari itu, persiapan tahun ini akan lebih ditingkatkan lagi.

“Kita berada pada situasi pandemi, kita semua harus mampu memberikan jaminan rasa aman kepada masyarakat. Agar mudik tidak menjadi cluster baru. Operasi ini jelas merupakan operasi kemanusiaan, maka dari itu tindakan yang akan lakukan adalah persuasif dan humanis, mereka yang nekat mudik tanpa dilengkapi administrasi akan diminta putar balik,” ucapnya.

Untuk memaksimalkan pengawasan, personel gabungan akan mendirikan 70 Pos. Diantaranya pos pengamanan, pos pelayanan dan pos terpadu. Posnya akan ditempatkan di pusat keramaian, perbatasan termasuk di pelabuhan, bandara dan tempat wisata. “Tiap pos akan emeriksa administrasi seperti surat dinas dan lain sebagainya, yang harus dimiliki baik yang dari kantor dan protokol kesehatan (prokes). Memastikan pengawasan larangan mudik berjalan baik,” jelasnya.

Menindak lanjuti yang menjadi perhatian Kapolri lanjut Kombes Pol Ferry Walintukan, kejahatan jalanan (street crime), stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan tak luput dari perhatian. Prinsipnya keselamatan rakyat sebagai hukum tertinggi.

“Kelancaran dan keselamatan arus lalu lintas, juga bencana alam dan yang terakhir adalah ancaman terorisme menjadi atensi bersama. Bapak Kapolda Sultra mengharap sinergitas antar instansi terkait serta seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara bisa terjalin dengan baik,” terangnya. (b/ndi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top