Hukum & Kriminal

Polda Sultra Siap Berlakukan Penggolongan SIM Terbaru

Kepala Seksi SIM Subdit Regident Ditlantas Polda Sultra, AKP Haeruddin.

KENDARINEWS.COM– Polda Sultra menindaklanjuti kebijakan Perpol Nomor 5 tahun 2021, tentang Penerbitan dan Penandaan Surat Izin Mengemudi (SIM). Tujuannya untuk menciptakan keselamatan berlalu lintas. Pengendara harus memiliki surat izin sesuai kompetensinya.

Hal tersebut disampaikan, Kepala Seksi SIM Subdit Regident Ditlantas Polda Sultra, AKP Haeruddin. Dia menjelaskan, dengan dikeluarkannya Perpol Nomor 5 tahun 2021 pada 19 Februari 2021 lalu, kini sudah resmi diberlakukan. Namun, saat ini pihaknya masih akan melakukan sosialisasi. Sembari memantapkan sarana dan prasarana, sampai keluar petunjuk selanjutnya dari pusat.

“Iya benar, Perpol tersebut sudah kami terima. Saat ini masih tahap sosialisasi, berjalannya sosialisasi seiring sejalan dengan persiapan atau ketersediaan kelengkapan sarana dan prasarana. Kemungkinan September 2021 atau bisa lebih cepat akan diterapkan,” tambahnya.

Lebih lanjut ia menuturkan, dalam Perpol tersebut, pengguna motor atau SIM C, dibagi tiga golongan yang dilihat dari cubical centimeter (cm3) atau CC kendaraan. Diantaranya SIM C, CI, dan CII. Haeruddin menjelaskan, SIM C berlaku untuk mengemudikan sepeda motor dengan kapasitas silinder mesin sampai dengan 250 cc. Kemudian SIM CI, untuk jenis sepeda motor dengan kapasitas silinder mesin di atas 250 cc sampai dengan 500 cc atau kendaraan bermotor sejenis yang menggunakan daya listrik.

“Sementara untuk SIM CII, untuk mengemudikan sepeda motor dengan kapasitas silinder mesin di atas 500 cc atau sejenis yang menggunakan daya listrik,” bebernya.

SIM A, B, dan D juga demikian, SIM A, untuk mengemudikan kendaraan dengan jumlah berat yang diperbolehkan paling tinggi 3.500 Kg. Semisal mobil penumpang perseorangan dan mobil barang perseorangan. Sedangkan SIM A Umum, berlaku untuk mengemudikan kendaraan dengan jumlah berat yang diperbolehkan paling tinggi 3.500 kg, yakni mobil penumpang umum dan mobil barang umum.

“Sementara SIM BI, berlaku untuk mengemudikan kendaraan dengan jumlah berat lebih dari 3.500 kilogram, di antaranya bus perseorangan dan mobil barang perseorangan. Dan SIM BI umum, berlaku untuk mengemudikan ranmor dengan jumlah berat yang diperbolehkan lebih dari 3.500 kg berupa bus umum dan mobil barang umum,” terangnya.

Selanjutnya SIM BII, berlaku untuk mengemudikan kendaraan alat berat, kendaraan penarik, dan kendaraan dengan menarik kereta tempelan atau gandengan perseorangan dengan berat yang diperbolehkan untuk kereta tempelan atau gandengan lebih dari 1.000 Kg. Lalu SIM BII umum, berlaku untuk mengemudikan kendaraan alat berat, kendaraan penarik, dan kendaraan dengan menarik kereta tempelan atau gandengan umum dengan berat yang diperbolehkan untuk kereta tempelan atau gandengan lebih dari 1.000 Kg.

“Kemudian untuk SIM D statusnya disamakan dengan SIM C, hanya saja peruntukannya sebagai kendaraan khusus bagi penyandang disabilitas yang berbasis motor. Sementara DI, digunakan untuk pengemudi kendaraan bermotor dengan jenis kendaraan khusus bagi penyandang disabilitas yang setara dengan SIM golongan A atau mobil,” jelasnya. (ndi/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top