Hukum & Kriminal

Polda Ciduk Pengedar Jaringan Lapas Kendari

KENDARINEWS.COM — Polisi kembali mengungkap kasus peredaran Narkoba jaringan Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kendari. Kali ini, Tim Subdit 3 Unit 2 Ditresnarkoba Polda Sultra yang dipimpin Iptu Bahri menangkap RA (31). Tersangka ditangkap di rumah kos Jalan Lasandara Lorong Cendana I Kelurahan Korumba Kecamatan Mandonga Kota Kendari. Dari tangannya, Polisi 6,35 Gram narkotika jenis sabu. “Tersangka lengkap dengan barang bukti sudah diamankan di Mako Ditresnarkoba Polda Sultra untuk dilakukan penyidikan serta pengembangan lebih Lanjut,” kata Direktur Ditresnakroba Polda Sultra, Kombes Pol M Eka Fhaturrahman.

Pengungkapan kasus ini kata dia, berawal dari informasi masyarakat tentang adanya pengedar narkotika jenis sabu di Kota Kendari. Diketahui tersangka merupakan seorang yang berperan sebagai pengedar. Tersangka bekerjasama dengan temannya berinisial JF yang masuk dalam jaringan Lapas Kelas IIA Kendari. “Penangkapan dilakukan pada pukul 16.30 wita, Rabu (6/1). Tim Opsnal Subdit 3 Unit 2 sempat melakukan upaya paksa, terhadap tersangka yang ditangkap,” tuturnya.

Penggeledahan disaksikan pemilik kos dan masyarakat. Dari situu ditemukan empat paket sachet sabu siap edar. “Tersangka mengaku, memperoleh barang haram tersebut dengan cara memesan dari salah satu napi yang berada di Lapas Kelas IIA Kendari. Makanya, kami masih terus kita kembangkan,” tegasnya.

Selain empat sachet narkotika jenis sabu seberat 6,35 gram, pihaknya pihaknya juga menyita barang bukti lainnya yakni dua unit handphone, lima sachet plastik Kosong, satu lembar sobekan kantong plastik hitam dan satu lembar sobekan tisu bekas. “Kita amankan pula dua potogan pipet runcing sendok sabu, satu unit alat press, satu unit timbangan dan satu lembar tas warna coklat,” ujarnya.

Tersangka memperoleh narkotika jenis sabu dari temannya berinisial JF. Kemudian melakukan peredaran kepada para pemakai di Kota Kendari. Tersangka melakukan aksinya melalui komunikasi handphone. “”Rencana tindak lanjut yang dilakukan yakni melengkapi administrasi sidik, memeriksa urine dan darah, memeriksa barang bukti narkotika di Labfor, melakukan gelar perkara dan melakukan giat lidik pengembangan. Tersangka diancam dengan pasal 114 ayat (1) Subsider Pasal 112 ayat (1) UU nomor 35 thn 2009 tentang narkotika,” jelasnya. (b/ndi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

To Top