Edukasi

PKMI LPPM UHO Latih Keterampilan Budidaya Ikan di Dua Sekolah

-Tumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Siswa

KENDARIMEWS.COM — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UHO Kendari, terus melakukan pengabdian di masyarakat. Saat ini melalui tim Program Kemitraan Masyarakat Internal (PKMI) UHO, sedang membidik dua sekolah di Kota Kendari untuk lebih produktif.Yakni SMA Al Quran Wahdah Islamiyah dan MTs Al Wahdah Islamiyah Kendari. Dua sekolah tersebut dilatih untuk mengembangkan ketrampilan budidaya ikan lele.

Ide cemerlang tersebut muncul dari salah seorang peneliti, La Ode Baytul Abidin bersama rekannya. Yakni melakukan prakarya dan kewirausahaan di dua sekolah tersebut.

Foto bersama tim PKMI-UHO dan dewan guru SMA Al Quran Wahdah dan MTs Al Wahdah Islamiyah Kendari.

Ketua Tim PKMI UHO, La Ode Baytul Abidin menyampaikan, dua sekolah yang terletak di Kelurahan Puwatu Kota Kendari tersebut. Lembaga pendidikan tersebut sebagai sekolah yang menerapkan sistem kepesantrenan, sehingga para siswa tinggal menetap di asrama yang terletak dalam kompleks sekolah.

Kondisi tersebut membutuhkan inovasi wirausaha baru guna menumbuhkan kreatifitas dan memenuhi kebutuhan hidup siswa. Nah, melihat realita itu, Tim LPPM UHO melaksanakan pengabdian kepada pihak pengelola sekolah dan siswanya untuk melatih kemandirian dan keterampilan siswa. Berbekal semangat melatih keterampilan peserta didik, pada SMA Al Quran Wahdah Islamiyah Kendari juga diberikan mata pelajaran khusus yaitu prakarya dan kewirausahaan.

Pelepasan benih ikan lele pada kolam terpal

“Melalui mata pelajaran tersebut, diharapkan peserta didik dapat memiliki keterampilan yang bernilai produktif. Namun, tujuan agar siswa mendapat bekal keterampilan yang memadai belum dapat tercapai karena tim pendidik belum memiliki basic keterampilan dan wawasan kewirausahaan yang memadai,” ujar Baytul pada Kendarinews.com, Selasa (21/9).

La Ode Baytul Abidin menjelaskan, bersama pihak sekolah timnya telah merancang tindakan solutif yaitu melaksanakan alih teknologi dan pendampingan bagi tenaga pendidik pada kedua sekolah tersebut. Harapannya tenaga pendidik memiliki keterampilan dalam berprakarya dan berwirausaha yang memadai, yang ditawarkan sesuai bidang keahlian tim.

“Solusi yang kami berikan yaitu membuat demplot budidaya ikan lele pada kolam terpal berbasis probiotik.
Budidaya ikan lele pada wadah terpal diharapkan dapat memberi wawasan dan inspirasi bagi tenaga pendidik pada kedua sekolah tersebut,” jelasnya.

Pemilihan wadah kolam terpal didasari oleh wadah budidaya ikan ini sangat efektif dan ramah lingkungan untuk diaplikasikan pada lahan terbatas yang belum terolah menjadi lahan produktif. Penggunaan kolam terpal juga sangat memudahkan dalam manajemen kualitas air kolam, terutama bahwa keberhasilan budidaya ikan sangat didukung oleh manajemen kualitas air yang baik.

Proses persiapan aplikasi probiotik melalui pakan ikan.

Sentuhan teknologi dalam budidaya ikan lele yakni teknologi probiotik telah diketahui berhasil meningkatkan produksi budidaya ikan, meningkatkan taraf budidaya dari pembudidayaan ikan secara tradisional menuju pembudidayaan secara intensif.

Penggunaan probiotik sangat berperan dalam menjaga kualitas air, meningkatkan daya cerna dan efisiensi pakan, kelulushidupan ikan, serta membantu dalam meningkatkan sistem imun organisme budidaya.

Selain kegiatan yang sedang berjalan yaitu pengembangan keterampilan budidaya ikan, tim PKMI-UHO, dalam waktu secepatnya juga akan menyusulkan kegiatan pelatihan dan pendampingan tentang kewirausahaan produk perikanan.

Kegiatan ini dipandang sangat penting karena kedua sekolah mitra UHO tersebut sangat membutuhkan sumber pendanaan ekonomi kreatif dalam menopang biaya operasional sekolah yang sangat besar,karena sekolah tersebut berbasis kepesantrenan. Seluruh rangkaian kegiatan pelatihan dan pendampingan ini telah dilaksanakan sejak pertengahan Juli 2021 dan diagendakan tuntas pada akhir Oktober 2021.

“Pada dasarnya kegiatan yang dilaksanakan ini belum berakhir, namun dampak dari kegiatan pelatihan budidaya ikan telah dirasakan,” menurut Hasrin, S.Pd., salah seorang tenaga pendidik.

“Bagi tenaga pendidik, demplot budidaya ikan ini telah menjadi fasilitas belajar sambil rekreasi siswa,” ujarnya.

Kepala SMA Alquran Wahdah Islamiyah, Rahmad Arif Adimulya, S.Pi., M.P. dan Kepala MTs Al Wahdah Islamiyah, Muhammad Arif, S.Pd, sangat menyambut baik kegiatan ini sejak awal diusulkan oleh Tim PKMI-UHO. Pasalnya kegiatan tersebut selain bermanfaat dalam aspek edukasi, juga memiliki nilai tambah pada aspek perekonomian serta mendukung peningkatan nilai akreditasi sekolah. (kus)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

To Top