Nasional

PKM LPPM UHO Bantu Petani Tambak di Palangga

Berikan Pelatihan Pembuatan Pupuk Cair Organik Guna Tingkatkan Produksi

KENDARINEWS.COM — Selama ini petani tambak di Desa Mondoe, Kecamatan Palangga, Kabupaten Konawe Selatan, mengeluhkan keberadaan produksi tambak mereka.Pasalnya kondisi PPKM juga berpengaruh pada suplai pupuk subsidi yang mahal dan terbatas, sehingga panen anjlok, akibatnya produksi menurun.

Foto bersama dengan Mitra Pembudidaya Tambak di Desa Mondoe

Hal ini ditangkap oleh PKM LPPM UHO,yakni memberikan solusi permasalahan tambak di desa tersebut.Salah satunya dengan memberikan pelatihan pengolahan pupuk cair oraganik di areal tambak guna mendongkrak hasil panen. Mereka juga diedukasi pada proses pemasaran serta pengolahan agar memiliki nilai tambah.Para petambak udang dan bandeng setempat menyambut baik tim PKM LPPM UHO. Apalagi diketahui, kawasan tambak di Desa Mondoe merupakan kawasan yang sangat berpotensi untuk pengembangan budidaya udang dan bandeng.

Proses fermentasi bahan organik didalam drum menghasilkan POC

Di sana kelompok pembudidaya telah menjalankan usaha budidaya sejak lama.Namun sejak pandemi covid 19 berbagai kendala muncul. Seperti keterbatasan sarana produksi dan penurunan nilai jual terutama komoditas ikan bandeng.

Masalah yang sangat dirasakan antara lain biaya produksi meningkat karena harga pupuk mengalami kenaikan yang disebabkan suplai pupuk bersubsidi yang terbatas. “Kesuburan tambak tidak optimal, menyebabkan ikan yang dihasilkan berukuran relatif kecil,sehingga harga jual rendah. Selain itu, karena mobilitas terbatas hasil panen terkendala pemasaran,” papar Ketua Tim PKM LPPM Universitas Halu Oleo Kendari, Indriyani Nur, Ph.D.

Menurutnya, peneliti telah mengkaji lebih dalam, sehingga solusi yang ditawarkan yaitu teknologi produksi pupuk organik cair (POC), pengolahan ikan bandeng, dan digitalisasi pemasaran. Teknologi produksi dan penggunaan pupuk organik yaitu dalam bentuk organik cair (bio-slurry).Teknologi POC memiliki berbagai kelebihan dibandingkan pupuk padat. Seperti petambak dapat memproduksi dan menggunakan pupuk pada tambaknya sendiri atau sebagai penyuplai pupuk organik. Pupuk selanjutnya diaplikasikan dalam budidaya ikan bandeng hingga panen dengan masa pemeliharaan sekitar empat bulan.

Sebagian hasil panen selanjutnya diolah dengan memperkenalkan teknologi pengolahan hasil perikanan. Ikan bandeng diolah seperti menjadi ikan bandeng tulang lunak (presto) dengan cita rasa bumbu alami.Tim juga mengedukasi teknik penyimpanan dan pengemasan sehingga memperpanjang masa simpan dan harganya dapat meningkat.

Dengan demikian ibu-ibu dan remaja petambak dapat berperan dalam pengolahan hasil perikanan. Para petani juga diberikan pelatihan digitalisasi pemasaran. Yakni mencakup teknik fotografi produk dengan hanya menggunakan smartphone (HP) yang umum dimiliki masyarakat setempat dan langkah-langkah untuk mempromosikan produk secara online.

Dengan aplikasi pemasaran berbasis teknologi informasi, dapat memperpendek rantai pasok ikan bandeng segar dan ikan bandeng olahan untuk dipasarkan langsung ke konsumen.Cara ini juga menambah daya tarik produk. Pelaksanaan kegiatan ini memerlukan pendampingan teknologi budidaya ikan, managemen usaha serta pengembangan teknologi pemasaran untuk meningkatkan produksi dan nilai jual hasil budidaya. Teknologi produksi sudah tersedia dan teruji keberhasilannya, serta bahan dan peralatan yang dibutuhkan dapat disediakan di lokasi UKM mitra. “Produksi POC dari limbah organik yang difermentasi dengan probiotik merupakan teknologi yang ramah lingkungan,”paparnya.

Teknologi pengolahan berbahan ikan bandeng selanjutnya diperkenalkan pada masyarakat dengan pelatihan dan penyediaan sarana produksi.

Pengembangan sistem pemasaran/distribusi dilakukan dengan memanfaatkan internet dalam proses berbisnis. Tahapan kegiatan keseluruhan yang telah dilakukan meliputi persiapan, penyediaan sarana, pelatihan produksi dan penggunaan pupuk, budidaya ikan, pelatihan pengolahan ikan bandeng, pelatihan fotografi produk dan digital marketing, monitoring dan evaluasi setiap tahapan kegiatan. “Dengan kegiatan ini, maka ketersediaan akan kebutuhan pupuk yang cukup jumlahnya telah terpenuhi. Petambak tidak tergantung lagi pada pupuk dari luar, berkualitas, dan tersedia sepanjang waktu yang berimplikasi pada produktivitas tambak, peningkatan penghasilan petambak, kepastian berusaha dan pengelolaan tambak lebih ramah lingkungan. Selain itu dengan pengolahan ikan bandeng maka nilai jual dan jangkauan pemasaran semakin luas .Apalagi ditunjang dengan pemanfaatan teknologi internet sebagai perantara bisnis akan berdampak pada peningkatan ekonomi UKM mitra,” paparnya.

“Seluruh kegiatan telah berjalan dengan sukses, teknologi telah diadopsi dan dijalankan oleh UKM Mitra sehingga meningkatkan pendapatan masyarakat,” imbuhnya. (kus)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top