HEADLINE NEWS

Perusahaan Tambang Ingin Gunakan Jalan Umum Angkut Ore, Warga : Bahaya, Jangan Terbuai dengan Janji !

KENDARINEWS.COM — Warga 31 desa pada lima kecamatan di Konawe Selatan (Konsel) akan merasakan efek aktivitas kendaraan pengangkut ore nikel milik PT Asera Mineral Indonesia (Asmindo). Perusahaan tambang yang beroperasi di Desa Sonai, Kabupaten Konawe tersebut rencananya akan melintasi akses transportasi publik sepanjang kurang lebih 84 kilometer. Mulai dari Kecamatan Angata, Benua, Andoolo Barat, Andoolo dan Palangga, seterusnya hingga ke terminal khusus (Tersus) di Palangga Selatan, Kabupaten Konsel.

Sebelum pengangkutan ore nikel dengan menggunakan jalan umum tersebut, pihak PT Asmindo telah bersurat pada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kendari, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten terkait izin. Selain itu pihak perusahaan juga melakukan sosialisasi ke seluruh desa dan kecamatan yang akan dilintasi dump truck bermuatan ore nikel tersebut. “Dari 31 desa di lima kecamatan sudah hampir secara keseluruhan, tinggal kecamatan Palangga dan desa-desanya yang akan dilalui kendaraan, belum. Lainnya seperti di Kecamatan Angata, Benua, Andoolo Barat dan Andoolo sudah dilaksanakan,” ujar Direktur Utama PT Asmindo, Muhammad Amir Sahid.

Menurut Amir, permohonan izin di BPJN Wilayah Sulawesi Tenggara sudah ada respon dengan sejumlah syarat yang harus dipenuhi. Mulai dari kendaraan yang akan digunakan mengangkut nikel ke Tersus, jaminan perbaikan jalan, hingga jembatan timbang dan pembersih kendaraan sudah sementara disiapkan. “Khusus pada Pemerintah Kecamatan dan Desa serta masyarakat, kami juga telah menyampaikan maksud dan tujuan terkait penggunaan jalan yang akan dilalui perusahaan. Kerusakan, jalan sempit akan dibenahi atau diperbaiki dan diperluas bahkan ada yang harus dibronjong. Selain itu ada jalan baru yang akan kami buka yakni dari Desa Aopa hingga di Mataiwoi dengan panjang kurang lebih lima kilometer,” akunya.

Selain itu, kewajiban perusahaan melakukan perbaikan jalan yang rusak baik sebelum dan saat penggunaan jalan, pihak perusahaan juga akan memberdayakan tenaga kerja lokal, khususnya bagi mereka yang memiliki kendaraan roda enam atau truck dumping akan disewa oleh perusahaan. Termasuk akan ada kompensasi kepada pemerintah kecamatan dan desa serta warga setempat. “Kami juga mengajak masyarakat Konawe Selatan terkhusus di lima Kecamatan tersebut yang memiliki kendaraan truck dumping bisa mendaftar untuk melakukan pengangkutan nikel perusahaan ke Tersus di Palangga Selatan. Apalagi pengangkutan nikel tersebut berlangsung pada malam hari, mulai Pukul 18.00 -06.00 Wita. Jadi Insya Allah tidak akan menggangu mobilisisasi kendaraan lainnya,” janjinya.

Sebelumnya manajemen perusahaan tambang PT Asmindo telah melakukan sosialisasi di Kecamatan Andoolo. Pemerintah setempat, mulai dari camat hingga kepala desa dan lurah tidak mempersoalkan sepanjang sudah ada izin dari Pemerintah Provinsi dan Kabupaten. “Namun demikian kami sebagai warga, tentunya meminta kepada perusahaan agar dalam memgangkut ore di kendaraan terbuka kiranya ditutup terpal, kendaraan tidak bising dan driver tak ugal-ugalan,” pinta Camat Andoolo, Makmur Silondae, sebelumnya.

Secara terpisah, warga yang diadvokasi dan tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Kecamatan Angata justru menolak keras rencana pemanfaatan jalan umum oleh perusahan itu. Sarman, warga setempat mengatakan, pihaknya meminta kepada pemerintah dan masyarakat di wilayah lainnya untuk tidak terbuai dengan janji pihak perusahaan tersebut. “Justru ini akan semakin membahayakan pengguna jalan saat kendaran perusahaan mondar-mandir di malam hari. Ditambah juga jalan akan makin rusak karena dilalui truck bermuatan berat,” sorot Sarman. Sementara itu, Pj Bupati Konsel, Andi Tenri Rawe Silondae ketika dikonfirmasi terkait rencana penggunaan jalan umum tersebut, enggan berkomentar lebih. “Saya juga baru tahu,” singkatnya. (b/kam)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

To Top