Metro Kendari

Perputakaan Modern akan Diresmikan Tahun Ini

Anggaran Interior Hanya untuk Dua Lantai

KENDARINEWS.COM — Interior gedung perpustakaan modern belum semuanya bisa dikerjakan. Alokasikan anggaran tahun 2021 kena pangkas. Dari Rp 5 miliar yang diajukan, hanya Rp 2,4 miliar yang diakomodir. Pemangkasan anggaran ini membuat volume pekerjaan berkurang. Pasalnya, anggarannya hanya cukup untuk dua lantai.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sultra, Nur Saleh mengatakan pengerjaan interior gedung perpustakaan masih dalam proses tender. Ia pun berharap pertengahan Juni 2021 tender bisa segera tuntas. Dengan begitu, pengerjaannya bisa dimulai. “Untuk anggaran interior sendiri awalnya kita usul Rp 5 miliar. Hanya saja, sebesar Rp 2,4 miliar yang disetujui. Makanya, pengerjaannya hanya untuk lantai 1 dan 2,” jelasnya saat ditemui di Rujab Sultra, Senin (14/6).

Pengerjaan interior kata dia, harus dilakukan secara bertahap. Pandemi covid-19 yang belum berakhir turut berimbas pada kondisi keuangan daerah. Namun demikian, pihaknya tetap mengajukan anggaran tambahan untuk pengerjaan interior lantai 3 sampai 6 di perubahan. “Semoga usulan ini bisa dikabulkan,” ujarnya.

“Lantai 1 akan diperuntukan untuk ruang baca dan penelusuran. Nantinya, pembaca disiapkan wadah untuk memudahkan mencari referensi yang ada di perpustakaan. Sementara lantai dua sendiri, di samping ada ruang baca juga ada ruang pemutaran film dokumenter,” ungkapnya.

Rencana peresmiannya kata dia, akan dilakukan tahun ini. Jika pekerjaan interiornya bisa tuntas lebih awal, maka bisa diresmikan pada saat ekspos tiga tahun kepeminanan Ali Mazi-Lukman Abunawas (AMAN).

Kepala Dinas Cipta Karya Bina Kontruksi dan Tata Ruang Sultra, Pahri Yamsul menyebutkan pembangunan fisik perpustakaan internasional sudah selesai, bahkan progres pengerjaannya sudah mencapai 100 persen. “Jadi sudah selesai. Sementara untuk interiornya, nanti dinas perpustakaan,” paparnya.

Perpustakaan internasional kata dia, tidak hanya menjadi pusat baca bagi masyarakat khususnya pelajar di Kota Kendari. Tapi juga diproyeksikan menjadi wisata edukasi. “Konsep wisata edukasi dipilih dalam meningkatkan minat baca masyarakat maupun pelajar, untuk mengunjungi perpustakaan,” tandasnya. (c/rah)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru


To Top