Metro Kendari

Perketat Penerapan Protokol Kesehatan, Sekot Usul Peserta SKB Tes Swab

KENDARIPOS.CO.ID — Untuk mencegah muncul klaster baru pada pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), Pemkot Kendari memperketat penerapan protokol kesehatan (Prokes). Langkah ini dilakukan untuk memastikan lokasi pelaksaaan tes benar-benar steril. Tidak hanya itu, peserta pun diwajibkan mengikuti rapid test.

Sekretaris Kota (Sekot) Kendari, Hj Nahwa Umar mengaku telah menginstruksikan panitia memastikan penerapan protokol covid-19. Apalagi jika mencermati perkembangan wabah covid-19 yang belum bisa dikendalikan. Tiap peserta maupun panitia tetap jaga jarak, pakai masker dan rajin cuci tangan. Untuk itulah, tiap pintu harus disiapkan wadah cuci tangan atau hand sanitizer. “Selain rapid test, saya harap semua peserta sebelum tes SKB sebaiknya di Swab terlebih dahulu. Kalau hanya rapid biasa kurang akurat hasilnya. Kadang tidak tepat. Misalnya saja yang pernah ditemukan saat di Rapid Test hasilnya reaktif, tapi saat diswab hasilnya negatif. Nah ini yang harua kita cermati,” kata Nahwa.

Upaya itu harus dilakukan kata Nahwa Umar, guna melindungi seluru CASN dari potensi penularan wabah yang menyerang sistem saluran pernapasan itu. “Saya harap Panselda (panitia seleksi daerah) bisa melaksanakannya,” kata Nahwa. Sementara itu, Kepala BKPSDM Kota Kendari, Susanti mengaku akan mendiskusikan permintaan sekot untuk melakukan uji swab kepada CASN pemkot sebelum pelaksanaan SKB. Untuk sementara, pihaknya masih merujuk pada juknis SKB yang diatur dalam Surat Edaran (SE) Kepala BKN Nomor 17/SE/VII/2020 tentang persyaratan mengikuti SKB.

“Edaran itu mengatur peserta untuk wajib menerapkan protokol kesehatan sebelum mengikuti test. Misalnya menggunakan masker saat datang ujian, bersedia diukur suhu tubuhnya oleh panitia dengan standar suhu tubuh tidak melewati 37,3 derajat celcius serta melengkapi diri dengan surat keterangan hasil rapid test dari laboratorium yang asli dan bukan foto copy,” kata Susanti.

Mantan Kepala BPKAD Kota Kendari itu mengungkapkan, pelaksanaan SKB dilakukan pada 13-16 September mendatang. Seleksi diikuti 269 peserta dengan rincian sebanyak 250 peserta mengikuti seleksi di Kota Kendari, sedangkan sisanya 19 peserta mengikuti seleksi dari daerah lain. “Jadi selama tiga hari berturut-itu kita gelar tes. Dalam satu hari ada tiga sesi dan dalam setiap sesinya itu hanyandiikuti maksimal 30 peserta dengan pengaturan jarak yang sudah tentukan panita. Jadi kami pastikan pelaksanaan SKB ini aman dari potensi penularan Covid-19,” kata Susanti. (b/ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

To Top