HEADLINE NEWS

Peringati HUT ke-190, Sulkarnain : Kota Kendari Maju Signifikan, Pendiri Pendahulu Patut Diapresiasi

KENDARINEWS.COM — Pemerintah Kota Kendari menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Kendari ke-190, Minggu (09/05/2021). Upacara digelar di Pelataran Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Kendari.

Peringatan HUT Kota Kendari ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir, sekaligus bertindak sebagai inspektur upacara. Turut hadir Ketua DPRD Kendari Subhan, dan seluruh Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Kendari.

Sebagai upaya mencegah penularan wabah Covid-19, dalam pelaksanaan mengacu pada protokol kesehatan (prokes) ketat yakni dengan memakai masker, mencuci tangan dan jaga jarak. Penyelenggaraannya juga dilakukan secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting.

Dalam sambutannya, Sulkarnain Kadir mengakui memasuki usia 190 tahun Kota Kendari mengalami kemajuan signifikan diberbagai sektor pembangunan baik sosial ekonomi maupun budaya. Oleh karena itu, kata Sulkarnain, sudah sepatutnya masyarakat dan elemen pemerintah memberi apresiasi konstruktif kepada pemimpin dan pendiri pendahulu atas kiprahnya dalam meletakkan dasar pembangunan di Kota Kendari.

“Penghargaan juga saya berikan kepada segenap warga Kota Kendari yang telah memberikan kontribusi nyata sehingga berbagai program kegiatan fisik maupun sosial dapat berjalan sesuai dengan arah kebijakan pembangunan yang ditetapkan dalam visi misi pembangunan yakni menjadikan Kendari sebagai kota layak huni berbasis ekologi (lingkungan), teknologi dan informasi,” kata Sulkarnain Kadir.

Sekedar informasi, Kota Kendari pertama kali ditemukan pada 9 Mei 1831 oleh pelaut berkebangsaan Belanda bernama Jacques Nicholas Vosmaer dalam observasinya terhadap jalur perdagangan dipesisir timur Pulau Sulawesi. Terdorong oleh keindahan teluk Kendari dan untuk menunjang visi dagangnya Vosmeir lalu membuat peta wilayah yang dikenal dengan Vosmeir Baai atau Teluk Vosmeir.

Setahun kemudian (1832) Vosmeir kembali ke Kendari dan mendirikan Lodji atau kantor dagang dan rumah (istana) bagi Raja Ranomeeto Lakina Laiwoi bernama Tebau di Lepo-lepo. Hal inilah yang merupakan titik tolak perkembangan Kendari menjadi kota pusat pemerintahan dan perdagangan.

Penamaan Kendari sendiri berasal dari kata “Kandai” yaitu alat dari bambu atau kayu yang dipergunakan penduduk teluk Kendari untuk mendorong perahu, dari kata Kandai inilah kemudian diabadikan menjadi kampung Kandai dan pengembangan dari kata Kandai selanjutnya dalam berbagai literatur terakhir disebut Kendari. (ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top