Muna

Penyusunan APBD 2021 Muna Terkendala Aplikasi Baru

KENDARINEWS.COM — Dokumen rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) Kabupaten Muna untuk tahun 2021 hingga saat ini masih digodok Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Penggunaan aplikasi baru bernama sistem informasi pemerintah daerah (SIPD) menjadi tantangan TAPD dalam merampungkan penyusunan nota keuangan daerah tersebut. Pengesahan APBD diproyeksikan baru dapat dilakukan awal tahun depan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Muna, La Mahi, menerangkan, TAPD setiap daerah, termasuk Kab. Muna mengikuti instruksi Kementerian Dalam Negeri ihwal penggunaan aplikasi SIPD dalam penyusunan APBD 2021. Aplikasi itu baru diberlakukan sehingga TAPD butuh waktu menyesuaikan APBD dengan format dalam SIPD. “Ada banyak yang berbeda dengan aplikasi SIMDA sebelumnya. Sekarang penginputan kegiatan tidak bisa sembarangan. Sudah diatur secara ketat bahkan sampai pada nilai harga satuan,” jelasnya, Selasa (29/12).

La Mahi menyebutkan, bila merujuk pada ketentuan sebelumnya, APBD 2021 memang paling lambat harus ditetapkan sebelum pergantian tahun. Hal itu juga sudah diupayakan dengan memasukkan dokumen Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara kepada DPRD Muna. Namun belum sempat dibahas, perubahan aplikasi kembali dilakukan oleh Kemendagri. Praktis TAPD harus melakukan beberapa penyesuaian.

“Keterlambatan itu bisa dimaklumi karena memang faktor aplikasi. Sebenarnya kemarin KUA PPAS sudah mau dibahas tapi diundur lagi dengan alasan format baru aplikasi. Jadi kemungkinan untuk pengesahan Perda APBD bisa menyeberang tahun,” terangnya. Ia melanjutkan, nilai APBD Muna 2021 sendiri diproyeksikan mencapai Rp 1,3 triliun atau meningkat hampir Rp 100 miliar dari tahun sebelumnya.

Peningkatan nilai APBD menyusul masuknya sumber anggaran baru berupa dana insentif daerah, penambahan dana alokasi khusus dan proyeksi pendapatan asli daerah. Sedangkan alokasi APBD masih akan diprioritaskan di sektor infrastruktur dan ekonomi. “Kita berharap aplikasi ini mendukung efektifitas program APBD,” pungkasnya. (c/ode)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top