Bau-bau

Penyediaan Dana Bergulir Diusul Rp 2 Miliar


KENDARNEWS.COM — Keberadaan koperasi dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kota Baubau sangat membantu mendorong perputaran ekonomi masyarakat. Sayangnya, pandemi virus corona yang terjadi hampir setahun ini memberi dampak negatif. Tidak sedikit pelaku UMKM gulung tikar karena minimnya pemasukan. Begitu pula dengan dunia koperasi, tak dapat menjalankan fungsinya secara maksimal dalam mengembangkan ekonomi anggotanya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Baubau, M. Salman Sirajuddin, mengatakan, pihaknya berupaya untuk membantu menghidupkan kembali geliat UMKM dan koperasi di daerah itu. Caranya dengan menjamin ketersediaan angaran sebagai modal usaha. Hal itu ditempuh dengan mengupayakan bantuan dana bergulir dari Pemerintah Pusat. “Sekarang ini kita sedang berupaya mendapatkan dana bergulir. Kemarin saya sudah konsultasi ke Kementerian Koperasi dan diberikan syarat-syarat adminsitrasi untuk pengajuan,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Kondisi pandemi yang mempengaruhi eksitensi dunia UMKM dan koperasi membutuhkan suntikan modal sebagai stimulus. Untuk itu Dinas Koperasi dan UMKM Baubau menilai perlu ada upaya untuk mendapatkan bantuan dana bergulir itu. “Yang kita ajukan sekitar Rp 2 miliar. Tapi lagi-lagi semua tergantung Pemerintah Pusat. Makanya pasti akan dimintai data-data koperasi dan UMKM di sini,” ungkap M. Salman Sirajuddin.

Sebenarnya alokasi bantuan dana bergulir telah ada di Kemetrian Koperasi setiap tahun. Hanya saja, Kota Baubau baru akan mengajukan kembali setelah 2018 lalu tidak mendapat alokasi. “Usulan yang dulu tidak terealisasi karena harus ada Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) sebagai pengelola. Saat itu Kota Baubau belum ada UPTD. Tapi sekarang sudah terbentuk akhir tahun lalu. Tugasnya nanti mengelola dana bergulir dan terpusat, sehingga gampang untuk dipantau,” sambung M. Salman Sirajuddin.

Jika nantinya mendapat bantuan dana bergulir, maka sistem pemanfaatannya adalah pinjam pakai. Pengusaha yang membutuhkan modal bisa mengajukan pinjaman dan nanti harus dikembalikan. “Ada bunga, tapi mungkin lebih rendah. Karena tujuan dana bergulir ini untuk memberdayakan koperasi dan pelaku UKM,” paparnya. Dengan terbentuknya UPTD, pihaknya optimis bisa mendapatkan bantuan tersebut. Makanya segala administrasi yang disyaratkan Pemerintah Pusat untuk mendapatkan bantuan itu terus dilengkapi. “Saya akan ke Jakarta untuk menyerahkannya. Kemungkinan awal Maret semua berkas sudah tuntas,” pungkas M. Salman Sirajuddin. (c/ahi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru


To Top