Hukum & Kriminal

Penipu Mengaku Kapolsek, Uang Dua Warga Onembute Melayang Rp 35 Juta

Ipda Syamsul Marlin

KENDARINEWS.COM– Kasus tindak pidana penipuan kembali terjadi. Pelaku mengaku sebagai perwira Polisi yang saat ini menjabat sebagai Kapolsek Onembute. Korban bernama Rina Silviana (27), warga Desa Tri Mulya, Kecamatan Onembute, Kabupaten Konawe, harus kehilangan uang puluhan juta rupiah usai mendapat telepon dari Kepala Desa setempat, sekitar pukul 09.40 Wita pada Selasa (25/5/2021) lalu.

Kades tersebut memberitahukan Rina bahwa nomornya telah diberikan kepada Kapolsek Onembute, karena akan ada pendataan BRI Link. Saat itu Rina sedang berada di rumah mertuanya, di Kelurahan Rate-Rate, Kecamatan Tirawuta, Kabupaten Kolaka Timur. “Sepuluh menit kemudian masuk telepon dengan nomor 0853 9521 2228 yang mengaku sebagai Kapolsek Onembute dan meminta tolong untuk transfer sejumlah uang kepada istrinya yang sedang berbelanja di Kota Kendari melalui nomor rekening yang dikirim via pesan singkat,” jelas Rina dalam laporan kepolisian di Polsek Rate-Rate.

Tanpa rasa curiga korban langsung melakukan transfer sejumlah uang sebanyak tiga kali, ke nomor rekening yang ia terima atas nama Harisma Priwilasari. “Saat itu saya tidak curiga, karena sebelumnya ada telepon dari Kades. Saya langsung mengirim sebanyak tiga kali, masing-masing Rp 10 juta ke nomor rekening 0184 010506973 506 atas nama Harisma Priwilasari,” ungkapnya.

Setelah melakukan transfer, korban kembali ke rumahnya di Desa Tri Mulya. Dalam perjalanan pulang, dirinya mendapatkan kabar bahwa Kapolsek Onembute tidak pernah menelepon untuk meminta transfer uang. Barulah itu ia menyadari bahwa telah menjadi korban penipuan sehingga segera melaporkan ke Polsek terdekat, atas kejadian tersebut. Rina mengalami kerugian hingga Rp 30 juta.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Onembute, Ipda Syamsul Marlin, membenarkan kejadian penipuan yang mengatasnamakan dirinya dengan meminta sejumlah uang untuk kepentingan pribadi.
“Saya berharap yang diduga sindikat penipuan ini segera terungkap agar tidak meresahkan masyarakat dan memakan banyak korban. Secara pribadi ini sudah mencemarkan nama baik saya dan institusi yang mengatasnamakan kepolisian,” geram Syamsul Marlin saat di hubungi, Rabu (26/5).

Ipda Syamsul Marlin mengungkapkan bahwa korbannya tidak hanya satu orang, namun terdapat agen BRI link lainnya bernama Risky yang berada di Desa Silea, Kecamatan Onembute, Kabupaten Konawe. Modus penipuannya sama. “Ada dua korban yang terjadi di hari yang sama dengan modus serupa. Nomor yang digunakan pelaku untuk menghubungi juga sama. Korban yang berada di Desa Silea mengirim Rp 5 juta dan yang warga desa Trimulya sebanyak Rp 30 juta,” bebernya.

Syamsul merasa ada yang janggal. Pasalnya si pelaku mengetahui kondisi wilayah Kecamatan Onembute dengan menyebut adanya kedukaan pada salah satu warga, bahkan mengetahui sejumlah nama-nama penduduk sekitar, sehingga membuat korban dan Kades setempat percaya.

“Karena awal pembicaraan pelaku mengajak untuk melayat ke rumah duka hingga berlanjut mengenai pendataan BRI link dan berujung meminta tolong untuk melakukan transfer sejumlah uang,” ujarnya.
Saat melakukan pelacakan, titik penelepon korban pertama berada di Maros, Sulawesi Selatan sedangkan rekening dengan bank Mandiri tujuan pengiriman uang Rp 5 juta beralamatkan di Sumatera.

Masyarakat diminta jangan mudah percaya apa bila ada penelepon yang meminta pertolongan sebelum melakukan pengecekan. Di era sekarang banyak modus-modus penipuan. “Harap lebih waspada,” pesan Kapolsek Onembute. (b/abd)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top