Hukum & Kriminal

Pengedar Sabu asal Poasia ini Terancam 6 tahun Penjara

KENDARINEWS.COM — Tuntutan hidup terkadang membuat orang berbuat nekat. Apalagi jika tak memiliki pekerjaan tetap alias pengangguran. Seperti yang dialami Ferdinand Berxmans (29). Warga jalan Wuaeha, Kelurahan Anggoeya, Kecamatan Poasia, Kota Kendari ini nekat menjual Narkoba. Namun apes, aksinya terbongkar. Bukannya untung, justru ia terancam hukuman penjara.

Kabag Ops Polres Kendari, AKP Bahtiar (kiri) menunjukan tersangka (tengah) dan barang bukti yang diamankan Satresnarkoba Polres Kendari

Kasatresnarkoba Polres Kendari, Iptu Ridwan melalui Kabag Ops Polres Kendari, AKP Bahtiar mengungkapkan, penangkapan pelaku bermula dari laporan masyarakat. Informasinya di wilayah tersebut sering terjadi transaksi narkotika. Setelah menerima laporan, tim langsung melakukan observasi. Tujuannya, untuk mengungkap identitas pelaku.

“Usai mendapatkan cukup informasi yang dibutuhkan, kami berhasil mengamankan pelaku di dalam kamar kosnya. Dari tangan pelaku, diperoleh barang bukti berupa enam paket sabu seberat 1,79 gram,” ungkapnya dalam keterangan resminya, Minggu (6/6).

Awalnya, pelaku sempat berkelit. Beruntung polisi tak mudah menyerah. Personel Sat Resnarkoba Polres Kendari melakukan penggeledahan yang disaksikan masyarakat, tiap sudut kamar kos pelaku diperiksa dengan detail. Akhirnya sabu tersebut ditemukan tersimpan dibawah lemari pakaian pelaku.

“Pelaku ternyata menyembunyikan barang haram itu dalam kotak plastik yang disimpan di bawah lemari pakaian. Usai digeledah pelaku kita amankan ke Polres Kendari,” ujarnya.

Saat ini, pelaku telah berada di Mako Polres Kendari untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Saat ini pihak kepolisian terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan barang haram yang kerap meresahkan masyarakat. “Atas perbuatannya, pelaku disangkakan melanggar pasal dijerat Pasal 114 ayat 1 subsider Pasal 112 ayat 1 undang undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama seumur hidup,” terangnya.

Bahtiar menekankan, penyalahgunaan narkoba telah menjadi ancaman nasional dan internasional. Perlu mendapat perhatian
seksama secara multidimensional, baik secara mikro di tingkat keluarga maupun secara makro di tingkat ketahanan nasional. “Kami berharap seluruh lapisan masyarakat terlibat aktif dalam memberantas penyalahgunaan narkotika di Sulawesi Tenggara khususnya Kota Kendari,” pungkasnya. (c/ndi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top