Metro Kendari

Pendonor Menurun, Stok Darah Menipis

KENDARINEWS.COM — Ketersediaan darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kendari menipis. Kondisi ini disebabkan jumlah pendonor yang terus menurun sejak bulan Juli 2021. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Kendari menjadi salah satu penyebabnya. Pembatasan ini menyebabkan banyak instansi maupun lembaga yang membatalkan kegiatan donor darahnya.

Kepala Tata Usaha PMI Sultra, Veny Silvana Rahman mengatakan stok darah di PMI Sultra sepanjang Juli mengalami penurunan lebih dari 50 persendibandingkan Juni. Pada bulan Juni tersedia 900 kantong darah. Di Juli hanya sekitar 300 kantong. Ia menduga salah satu penyebabnya adalah aturan vaksin dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes) yang diterbitkan pada awal PPKM lalu. Poinnya donor darah hanya dapat dilakukan 14 hari setelah vaksin.

“Tapi setelah rapat virtual tanggal 30 Juli bersama Kemenkes, aturannya diubah menjadi 3 hari setelah vaksin dosis pertama dan 7 hari setelah vaksin dosis ke dua,” jelasnya.

Dia menjelaskan, penurunan yang terjadi sejak awal PPKM, disebabkan pula karena banyak instansi maupun lembaga yang membatalkan kegiatan donor darahnya. Ditambah lagi karena aturan vaksin. Makanya, pihaknya membatasi pendonor sukarela ataupun donor pengganti dari keluarga pasien.

Agustus ini lanjutnya, permintaan kantong darah dari rumah sakit (RS) di Kota Kendari ada 20 hingga 30 kantong darah. Sayangnya, stok darah yang tersedia, selalu kurang dari 10 kantong darah per hari. Pada bulan ini, sekitar ada tujuh kegiatan donor darah yang dibatalkan.

“Kegiatan donor darah dari instansi, organisasi dan swasta yang direncanakan bulan ini dibatalkan oleh penyelenggara akibat PPKM. Maka kita sekarang hanya memaksimalkan upaya pendonor dari keluarga pasien dan sosialisasi tentang perubahan syarat donor terkait pasca vaksinasi itu,” tutupnya.

Sebagai informasi, berdasarkan Surat Edaran PMI nomor 0979/UDD/VIII/2021 tentang perubahan kebijakan pelaksanaan pelayanan darah masa Pandemi Covid-19. Pertama vaksinasi dalam kondisi tubuh sehat. Ketika tidak ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), boleh mendonorkan darahnya 3 hari setelah divaksin dosis pertama. Selanjutnya pendonor dapat mendonorkan darahnya 7 hari setelah vaksin dosis kedua. Dengan catatan tidak ada KIPI. Apabila ada KIPI pasca vaksin di dosis pertama, disarankan atau tidak boleh donor darah.

Bisa mendonor, setelah vaksin dosis kedua masuk, asalkan tidak ada gejala KIPI. Jika ada gejala KIPI pada setelah vaksin dosis kedua, maka akan menunggu selama 4 minggu atau 1 bulan. Sementara bagi orang yang pernah terserang Covid-19, donor darah bisa dilakukan dua minggu setelah dinyatakan sembuh dan tidak ada lagi gejala Covid-19. Bagi pasien yang masih memiliki gejala sisa Covid-19 atau mendapat obat anti koagulan, tidak diperkenankan untuk donor sampai dinyatakan sembuh dan kemudian ditambah masa tunggu bebas gejala selama 2 minggu. (b/ndi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top