Metro Kendari

Penataan Kawasan Kumuh di Puday-Lapulu Dimulai Bulan Ini

KENDARINEWS.COM — Pemerintah Kota Kendari terus berupaya mengurangi luas kawasan kumuh. Teranyar, Pemkot bakal menata sekira 14,7 hektar kawasan kumuh di Kelurahan Puday dan Lapulu. Upaya itu diharapkan bisa merubah kekumuhan menjadi kawasan yang layak huni bagi masyarakat setempat.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengatakan penaatan kawasan kumuh di Puday dan Lapulu penting dilakukan guna meningkatkan kualitas hidup penduduk sekitar. Pasal dengan menempati kawasan yang bersih dan sehat, maka derajat kesehatan masyarakat akan meningkat.

Kawasan Bungkutoko dan Petoaha setelah dilakukan penataan dengan konsep Water Front City. Rencananya, konsep serupa bakal diterapkan di Puday dan Lapulu pada bulan ini.

“Ini merupakan komitmen kami sejak awal, sejak memimpin daerah ini bahwa akan mewujudkan Kendari sebagai kota layak huni yang berbasis ekologi (lingkungan), teknologi dan informasi atau sesuai visi misi kami,” kata Sulkarnain Kadir, kemarin.

Dalam pelaksanaanya, pihaknya mendapat dukungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Program Kota Tanpa Kumuh (Kumuh). Rencannya, program akan berjalan akhir pekan ini. “Kita akan laksanakan program ini sesegera mungkin,” ujar Sulkarnain Kadir.

Politisi PKS ini menjelaskan, karena kedua wilayah Puday-Lapulu memiliki karakter wilayah pesisir, maka pihaknya kembali mengusung penataan dengan konsep Water Front City atau sama seperti yang diterapkan di kawasan Bungkutoko – Petoaha beberapa waktu lalu. Konsep tersebut merupakan pengembangan tepian pantai dari yang sebelumnya kumuh menjadi layak huni bahkan bisa jadi spot wisata baru.

“Melalui konsep Water Front City, kawasan kumuh Puday-Lapulu akan kita tata menjadi ruang terbuka publik. Karena nanti akan tersedia tempat kegiatan bermain, sarana olahraga, joging track, pusat kuliner, fasilitas untuk Papalimbang, WC dan parkiran,” kata Sulkarnain.

Ia mengajak seluruh elemen untuk mendukung dan mensukseskan program penataan tersebut. Sulkarnain yakin, terbangunnya kawasan yang tertata dengan baik dan bersih di Lapulu dan Puday maka akan menambah alternatif pariwisata Kota Kendari. Selain itu juga bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat sekitar. (b/ags)

Item Penataan Kawasan Kumuh Lapulu-Puday
Waterfront dan Jalan Lingkungan Rp 44 Miliar
Tambatan Perahu Rp 1,2 Miliar
Pembangunan Drainase Rp 4,46 Miliar
Resapan Biopori Rp 161,5 Juta
Instalasi Air Bersih Rp 1,12 Miliar
IPAL Komunal Rp 815 Juta
Instalasi Hidrant Rp 827 miliar
Ruang Terbuka Hijau Rp 4,1 Miliar
Total Rp 56,66 Miliar

Notice: Trying to get property 'term_id' of non-object in /home/adminaer8kendari/public_html/new.kendarinews.com/wp-content/themes/flex-mag/functions.php on line 994
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top