Penanggulangan Karhutla Masuk Program Prioritas

Metro Kendari

KENDARINEWS.COM — Jumlah titik hotspot di Sultra terus bertambah. Dari hasil pantuan satelit Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), sebanyak delapan titik panas (pertanggal 31 mei 2021). Jika dibandingkan tahun 2020 lalu, angka ini masih jauh. Tahun lalu, sebanyak 56 titik hotspot yang terdeteksi.

Ali Mazi

Gubernur Sultra, Ali Mazi mengatakan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masuk program prioritas pemerintah. Makanya, pihaknya intens menjalin koordinasi dengan kabupaten/kota. Terutama daerah yang mengalami peningkatan jumlah titik hot spot.

“Hingga tanggal 31 Mei 2021, ada delapan titik hot spot yang terdeteksi di empat daerah. Rinciannya, Bombana sebanyak empat titik, Konawe Selatan (Konsel) sebanyak dua titik sedangan Konawe dan Kolaka masing-masing satu titik panas, “jelasnya saat acara penandatangan MoU penanggulangan Karhutla elalui aplikasi sistem analisa pengendalian Karhutla secara digital (Asap Digital) di aula Merah Putih Rujab Gubernur Sultra, Kamis (3/06).

Berdasarkan data Dinas Kehutanan Sultra, luas areal yang terbakar tahun 2020 lalu sekitar 451,94 hektar. Jumlah titik hot spot dan luas areal tersebut, dimungkinkan dapat bertambah. Berdasarkan pada informasi dari BMKG, musim kemarau 2021 diperkirakan lebih panjang jika dibandingkan dengan tahun 2020 dengan curah hujan rendah.

“Kondisi ini tentu menyebabkan bahan bakar yang berupa daun kering, alang-alang, semak-semak, dan lain sebagainya memiliki potensi penyebab terjadinya karhutla. Karena kita perlu siap siaga dan langkah tanggap seluruh elemen untuk bersama dalam upaya pencegahan kebakaran huta di jazirah Sultra, ” tegasnya.
Penanggulangan karhutla kata politisi NasDem ini, harus dilakukan secara sinergis dengan melibatkan semua pihak. Mulai pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota dan seluruh elemen masyarakat yang ada di bumi Anoa. Makanya, ia menyambut baik penandatanganan MoU dan PKS antara Pemprov Sultra, PT. Telekomunikasi Indonesia tbk wilayah Sultra, Polda Sultra dan perusahaan perkebunan PT. Virtue Dragon Industrial Park.

“Ini tentu sebagai bentuk komitmen kita dalam upaya mensinergikan pikiran, langkah dan sumber daya yang dimiliki untuk bekerja sama dan berkoordinasi dalam rangka penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di wilayah provinsi Sulawesi Tenggara yang kita cintai bersama ,” sambut Gubernur.

Sebagaimana arahan Presiden lanjutnya, infrastruktur pemantauan dan pengawasan karhutla harus sampai tingkat bawah. Salah satu teknologi pemantauan kebakaran hutan dan lahan yang saat ini sedang dikembangkan adalah Asap Digital yang akan ditempatkan pada daerah-daerah yang rawan dan sering terjadi kebakaran hutan dan lahan. Asap Digital merupakan solusi yang tepat dalam pemantauan dan pengawasan karhutla.

Di tempat yang sama Kapolda Sultra Irjen.Drs. Yan Sultra menyampaikan sangat menyambut baik MoU dalam mendukung upaya pemerintah mencegah terjadinya karhutla. “Dengan adanya MoU ini diharapkan dapat terwujud sinergitas dalam dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sultra. Sebab disini kita dengan sama-sama melakukan pemantauan dari tempat masing-masing dan saling memberi informasi,” ungkapnya. (c/rah)

Pantauan Titik Panas Lewat Satelit

  1. 2020 56 Titik
    -Areal Karhutla 51,94 Hektar
  2. 31 Mei 2021 8 Titik Hotspot
    -Bombana 4 Titik Hotspot
    -Konsel 2 Titik Hotspot
    -Konawe 1 Titik
    -Kolaka 1 Titik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *