HEADLINE NEWS

Pemudik di Pelabuhan Kendari Padat Merayap, Penumpang Rela Tempati Geladak Kapal

KENDARINEWS.COM — Hari terakhir sebelum pelarangan mudik benar-benar dimanfaatkan warga pulang kampung. Di pelabuhan Nusantara Kendari, penumpang tujuan Raha dan Baubau membludak. Sebagai penumpang rela menempati geladak kapal cepat untuk bisa berlebaran di kampung halaman. Lonjakan penumpang ini membuat petugas Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kendari dibuat kewalahan. Tidak hanya mengawasi penumpang yang nekat naik kapal, namun juga antrian penjualan tiket. Dari data manivest Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan, tercatat sebanyak 1.200 penumpang, Rabu (5/5). Pemberangkatan dilakukan tiga sif, pagi siang dan malam.

Kepala Pos Pelabuhan Nusantara, Rudi Kurniawan mengatakan masyarakat memilih pulang lebih awal sebelum pelarangan mudik lebaran yang dimulai tanggal 6 Mei (hari ini) hingga tanggal 17 Mei mendatang. Makanya, jumlah penumpang beberapa hari sebelum pelarangan mudik meningkat. “Untuk H-1 penumpang memang lebih banyak dari tahun kemarin, mungkin karena ada larangan kapal tidak berangkat. Kita sudah perketat pengawasan (penumpang berdesakan), tapi bisa dilihat sendiri, penumpang susah kita atur. kita upayakan masalah ini teratasi. Kalau kemarin masih normal. Lonjakan penumpang dari kemarin ada sekitar 25 persen,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu penumpang kapal cepat tujuan Raha bernama Putri mengaku, memilih pulang lebih awal. Sebab beredar informasi bahwa ada larangan. Dan jika mudik dilakukan mulai tanggal 6 Mei maka penumpang akan diwajibkan membawa surat rapid antigen. “Saya sudah tidak mempunyai biaya lagi untuk membayar biaya tes rapid antigen, sementara harga tiket 125 ribu rupiah per perpenumpang,” ujarnya. Untuk diketahui sesuai dengan SE Satgas no 13 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 H dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid 19 selama Bulan Suci Ramadan 1442 H. Semua anggota masyarakat dilarang mudik, baik ASN, TNI, Polri, Pegawai BUMN, Pegawai BUMD dan pegawai swasta serta masyarakat umum. (b/ndi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top