Metro Kendari

Pemkot Kendari Tambah Armada Pengangkut Sampah

KENDARINEWS.COM — Produksi sampah di Kota Kendari terus mengalami peningkatan. Dari data Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kendari, tahun ini sampah yang dihasilkan warga mencapai 400 ton per hari. Jumlahnya meningkat 140 ton dari yang sebelumnya (2020) hanya sekira 260 ton. Barang buangan warga Kota Lulo didominasi sampah anorganik atau sekitar 60 persen. Diantaranya, plastik, botol mineral, kertas dan lainnya.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir tak menampik jika produksi sampah di otoritanya meningkat signifikat. Ia mengaku peningkatannya disebabkan oleh bertambahnya populasi warga metro setiap tahunnya. Hal tersebut berdampak terhadap sampah yang dihasilkan.

“Jumlah penduduk kita bertambah 3,1 persen setiap tahunnya. Kini jumlah penduduk kita berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik) sudah mencapai 350 ribu jiwa. Sementara, setiap satu jiwa itu bisa memproduksi sampah 0,8 – 1 kg perhari. Jadi kalau kita rata-ratakan per hari itu sekitar 400 ton. Sangat banyak,” kata Sulkarnain Kadir, kemarin.

Sebagai bentuk penanganan, pihaknya mengadakan sekira 9 unit armada pengangkut sampah yang terdiri dari 3 unit Dump Truck, 5 unit Arm Roll, dan 1 unit Compector Truck. Selain itu, pihaknya juga menghadirkan sekira 100 gerobak pengangkut sampah sebagai pendukungnya.

“Ke depan, kami juga akan menghilangkan TPS (Tempat Pembuangan Sampah) yang ada di sepanjang jalan protokol. Itu kami lakukan berdasarkan hasil evaluasi lembaga pendamping yang meyebut kehadirannya membua warga tak tertib mengelola dan membuang sampah tepat waktu,” katanya.

Terpisah, Kepala DLHK Kendari, Nismawati mengaku meningkatnya jumlah produksi sampah tak hanya disebabkan jumlah penduduk namun juga masih kurangnya pemahaman masyarakat dalam mengelola sampah.

“Warga masih kurang memahami cara memilah sampah basah (organik) dan sampah kering (anorganik). Padahal jika bisa dikelola dengan baik, bisa mendatangkan manfaat. Misalnya sampah organik bisa dikelola menjadi pupuk kompos. Sementara untuk sampah kering seperti plastik dan botol bekas, itu bisa dikumpulkan dan dijual kepada pengepul plastik. Kalau ini dilakukan maka jumlah produksi sampah kita sudah bisa diatasi,” jelasnya.

Saat ini, pihaknya bekerjasama dengan sebuah lembaga yang bergerak di bidang pengelola swasta bernama Jendela Rumah Sehati (Jars) Foundation dalam rangka mengedukasi masyarakat terkait pemanfataan sampah. “Kami sudah sosialisasi di seluruh Kecamatan. Kami mengedukasi warga agar bisa mengelola sampah dengan baik dan benar melalui pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Kami harap sampah sudah bisa di atas ditingkat rumah tangga,” kata Nismwati. (b/ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top