Metro Kendari

Pemkot Kendari Sediakan Lahan dan Bagikan Bibit Cengkih Untuk Petani


KENDARIPOS.CO.ID — Wali Kota Kendari, Sulkarnain tak kehabisan ide untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di masa pandemi covid-19. Tidak hanya bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), nelayan dan pekerja terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) atau dirumahkan, namun juga berbagai lapisan masyarakat yang terdampak. Kali ini, Pemkot Kendari memberi bantuan ribuan bibit tanaman cengkih.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir (kemaja putih) menyerahkan bantuan bibit cengkih kepada perwakilan kelompok tani di Lalonggida di Kelurahan Watulondo.

Pengembangan komoditas pertanian kata dia, tidak hanya fokus tanaman jangka pendek. Namun juga tanaman jangka panjang seperti cengkih. Apalagi cengkih sangat potensial dan harganya cukup tinggi di pasaran. Selain bisa membantu perekonomian petani, hasilnya bisa berkontribusi terhadap penerimaan daerah.

“Meskipun tananman ini jangka panjang, sekitar 5 tahun tapi saya yakin hasilnya nanti bisa sepadan dengan kerja keras kita dalam merawatnya. Total ada 2.857 bibit yang diserahkan kepada sejumlah Kelompok Tani Lalonggida di Kelurahan Watulondo,” kata Sulkarnain Kadir.

Sebagai bentuk dukungan, pihaknya telah menyiapkan beberapa penyuluh pertanian yang akan melakukan pendampingan mulai dari bibit cengkeh ditanam, hingga dipanen pada lima tahun ke depan. Bukan hanya itu saja, ia berjanji akan menyerap hasil petani cengkeh di Kendari melalui Perusahaan Umum Daerah (Perumda) yang tengah dibentuk.

“Jadi, masyarakat tidak perlu ragu jika ingin memasarkan cengkihnya. Nanti akan difasilitasi oleh Perumda. Berhubung pasar cengkih itu ada di Kendari saya pastikan petani bisa dapat harga yang sesuai. Meskipun hasil panen kita tidak sebanyak dengan daerah lain, tapi secara nilai kita bisa bersaing,” kata Sulkarnain Kadir.

Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Sultra ini yakin, sektor pertanian bisa memperbaiki kondisi perekonomiam masyarkat dan daerah di masa pandemi Covid-19. Ia berkomitmen akan terus menggenjotnya, menghasilkan komoditi unggulan sehingga mensejahterahkan masyarakat.

“Meskipun kita berstatus kota, tapi kita punya potensi pertanian yang cukup baik. Kita punya lahan persawahan sekitar 400 hektar di Kawasan Baruga, serta beberapa titik lahan petanian jangka pendek yang tersebar di 11 Kecamatan. Dan saat ini kita punya puluhan hektar lahan cengkeh. Mudah-mudahan usaha dan kerja keras bersama bisa meningkatkan perekonomian kita,” kata Sulkarnain Kadir.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kendari, Sitti Ganef mengaku sengaja memilih Kelurahan Watulondo sebagai lokasi penanaman bibit cengkeh mengingat kondisi wilayah (tanah) yang memenuhi syarat penanaman.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir (pegang mike) memberi pengarahan saat penyaluran bantuan bibit cengkih di Kelurahan Watulondo, Kecamatan Puuwatu.

“Sebelumnya kami sudah melakukan survei untuk mengindentifikasi calon penerima dan calon lokasi (CP/CL) dan hasilnya memenuhi syarat. Dari sisi aspek teknis tanah, itu memenuhi syarat kedalaman solum untuk pertumbuhan akar. Ada unsur hara nya dan agro klimat nya. Itu juga didukung dengan kererampilan yang dimiliki petani yang telah diedukasi oleh penyuluh pertanian sebelumnya,” kata Siti Ganef.

Ribuan bibit cengkih lanjut Sitti Ganef, nantinya akan ditanam di atas lahan seluas sekira 22 hektar di Kelurahan Watulondo. Ia berharap pasca tanam, cengkih bisa dirawat dengan baik sehingga menjamin pertumbuhan dan menghasilkan buah yang melimpah.

Ketua DPRD Kendari Subhan menyambut baik penyerahan bantuan bibit cengkeh kepada petani di Watulondo.Subhan meyakini bantua yang diberikan akan membuat masyarakat semakin semangat untuk bertani sehingga bisa mandiri dan bisa memenuhi kebutuhan hidupnya.

Pada dasarnya, pihaknya pun berkomitmen akan selalu mendukung program pemerintah yang muaranya pada peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya di sektor pertanian. “Kami upayakan nanti bukan hanya untuk tanaman jangka panjang. Tapi akan kita adakan juga tanaman jangka pendek seperti sayur-sayuran dan buah-buahan. Kita akan buat aturannya sehingga lahan tidur termanfaatkan dan masyarakat juga bisa menikmati hasilnya,” kata Subhan. (b/ags)

Peningkatan Produksi Pertanian

  1. Tanaman Jangka Panjang (Cengkih)
    -Bagikan 2.857 Bibit Cengkih
    -Siapkan Lahan 22 Hektar dan Pendampingan
    -Perumda jadi Sentra Pemasaran
  2. Budidaya Tanaman Porang
    -Siapkan Lahan 200 Hektar, Pupuk dan Bibit
    -Jalin Kerjasama dengan Kementan
  3. Padi (Beras)
    -Salurkan Pupuk Bersubsidi 350 Ton
    -Beri Bantuan Alsintan, Benih dan Pendampingan
    -Beras Onowa Jadi Komoditas Unggulan

Untuk memudahkan penyaluran bantuan, Pemkot Kendari meluncurkan program kartu tani. Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir (dua dari kiri) membagikan secara simbolis kartu tani dan bantuan.

Dorong Produktifitas, Salurkan Ratusan Ton Pupuk Subsidi

Sektor pertanian tetap menjadi program prioritas Pemkot Kendari. Kendati luas lahan pertanian tak seluas daerah lain, namun persawahan dan pembudidayaan komoditas pertanian di Kota Kendari cukup potensial. Makanya, pemerintah terus mendorong peningkatan produktifitas petani.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengaku telah menyiapkan berbagai program dalam membantu petani. Salah satunya melalui penyediaan pupuk bersubsidi. Upaya ini tak lain untuk memenuhi kebutuhan dan menjamin keterjangkauan petani. ebagai bentuk dukungan, Pemkot telah menyiapkan sekira 350 ton pupuk bersubsidi untuk para pahlawan pangan di Kota Lulo.

“Dengan adanya bantuan pupuk dari pemerintah, kami berharap para petani kita bisa semakin semangat untuk menggarap lahan pertaniannya. Selain itu bisa meningkat hasil panennya, sehingga bisa sejahtera,” kata Sulkarnain Kadir, kemarin.

Ketua TP PKK Kota Kendari, Sri Lestari menyerahkan peralatan pertanian.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kendari, Sitti Ganef mengatakan bantuan pupuk subsidi berasal dari hasil kerja sama antara Pemkot Kendari dengan Kementerian Pertanian (Kementan). Bantuan tersebut diperuntukkan bagi petani yang telah memiliki kartu tani.

Diakuinya, belum banyak petani di Kota Lulo yang belum memiliki kartu tani. Berdasarkan data, jumlahpetani yang sudah memiliki kartu tani baru 1.832 orang dari sekira 11 ribu petani di Kota Lulo. Untuk itulah, pihaknya terus melakukan pendataan.

“Kami upayakan seluruh petani memiliki kartu tani sehingga bisa mendapatkan subsidi ketika membeli pupuk didistributor. Kepemilikan kartu tani juga penting untuk mendapatkan berbagai bantuan dari pemerintah. Saat ini kami dibantu penyuluh pertanian sedang mendata para petani yang belum punya kartu tani,” kata Sitti Ganef. (b/ags)

Pemkot Ajak Warga Berbudidaya Porang
-Siapkan Lahan 200 Hektar

Porang kini jadi primadona di pasar ekspor tanah air. Harga tanaman yang berasal dari wilayah tropis itu dibanderol tinggi di negara luar. Tak ayal, banyak warga yang beralih profesi menjadi petani tanaman dengan nama latin Amorphopallus Muelleri itu. Melihat potensi itu, Pemkot mulai mengajak warga untuk berbudidaya tanaman porang. Tak tanggung-tanggung, Pemkot sudah menyiapkan lahan sekira 200 hektar untuk mengembangkan tanaman yang hidup wilayah tropis itu.

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengatakan, tanaman porang menjadi salah satu komoditi ekspor tanah air yang banyak diminati negara lain. Banyak negara yang mengajukan permintaan untuk dijadikan sebagai bahan baku makanan instan.

“Saya sudah instruksikan Dinas Pertanian (Distan) yang dibantu para penyuluh pertanian untuk mengajak masyarakat berbudidaya tanaman porang. Selain karena tanaman ini mudah tumbuh disegala jenis tanah, juga memiliki nilai jual yang tinggi dan memiliki pasar di luar negeri,” kata Sulkarnain Kadir.

Sebagai jaminan untuk menyerap hasil panen petani, Sulkarnain mengaku tengah mengundang investor untuk membuka pabrik porang di Kota Kendari. Bukan hanya itu, pihaknya juga telah menyiapkan Perumda (Perusahaan Umum Daerah) yang akan menfasilitasi hasil pertanian termasuk tanaman porang di Kota Kendari.

“Sengaja saya sampaikan karena ini (tanaman porang) adalah peluang yang sangat besar dan kita di Kendari punya potensi itu. Itu usaha kita agar ekonomi meningkat. Semua ini kami persembahkan kepada masyatakat Kota Kendari khususnya yang bergerak dibidang pertanian tanaman porang. Kita sudah bangun komunikasi dengan beberapa investor untuk masuk di Kota Kendari,” kata Sulkarnain Kadir. (b/ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top