Metro Kendari

Pemkot Kendari Dinilai Sukses Mewujudkan Pembangunan Berbasis Gender



KENDARINEWS.COM — Prestasi gemilang kembali diukir Pemkot Kendari. Kali ini, pemkot diganjar penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI. Pemkot dinilai berhasil mewujudkan pembangunan berbasis gender di Kota Lulo.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir menyambut baik penghargaan APE dari pemerintah pusat. Menurutnya, keberhasilan tersebut tak lepas dari kerja keras Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mewujudkan pelibatan (kesetaraan) gender dalam setiap kegiatan. Termasuk memosisikan perempuan dalam pemerintahan.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir (tengah) didampingi Ketua TP PKK, Sri Lestari (kiri) menerima trofi penghargaan APE yang diserahkan Plt.Kepala Dinas P2PA Kendari, Ratna Dewi (kanan) yang diraih dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI.

“Ini menunjukkan bahwa kerja keras kita, kesungguhan dan upaya kita itu ada hasilnya. Tapi jangan sampai kita hanya berorientasi pada penghargaan. Jangan sampai kita keliru dengan menjadikan ini sebagai tujuan. Ini hanya menjadi ukuran bagi kita bahwa apa yang kita kerjakan, apa yang kita usahakan itu sudah dalam trek yang baik,” kata Sulkarnain Kadir usai menerima penghargaan APE di Media Center Rujab Wali Kota Kendari, kemarin.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Kendari Nahwa Umar mengatakan raihan penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) tahun ini tak lepas dari keberhasilan Pemkot memenuhi standar penilaian seperti pelibatan kaum perempuan dalam roda pemerintahan. Nahwa Umar menyebut, dari sekira 1.031 jabatan eselon dilingkupnya saat ini, sudah diisi sebanyak 368 orang (35,69) kaum perempuan.

“Khusus pada aspek pemerintahan, dalam kurun waktu tiga tahun ini kami terus berupaya untuk mengintegrasikan perspektif gender ini kedalam seluruh aspek pembangunan mulai dari proses perencanaan, penganggaran, pelaksanaan hingga evaluasi pembangunan. Saya yakin kita bisa meraih penghargaan tersebut,” kata Nahwa Umar.

Menurut Nahwa, penghargaan APE sangat penting sebagai bentuk pengakuan pemerintah pusat terhadap pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan berbasis gender sesuai yang diamanatkan Presiden Joko Widodo melalui Intruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 tahun 2000 tentang pengarusutamaan gender dalam pembangunan nasional.

“Pengarusutamaan gender pada hakekatnya bukanlah hanya sebuah program atau kegiatan semata, tetapi lebih luas dari itu yaitu sebagai strategi pembangunan untuk mencapai keadilan dan kesetaraan,” jelas Nahwa Umar.

Mantan Kepala Bapenda Kendari ini menambahkan, pengarusutamaan gender juga sudah sejalan dengan visi misi pembangunan Wali Kota yang telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2017 – 2022 yakni mewujudkan Kota Kendari sebagai kota layak huni berbasis ekologi (lingkungan), informasi dan teknologi.

“Apapun hasilnya kami berkomitmen untuk terus mewujudkan keadilan gender melalui strategi yang menitikberatkan kepada pengarusutamaan gender. Karena ini sejalan dengan visi misi Kota Kendari,” pungkasnya.

Sekedar informasi, Anugerah Parahita Ekapraya (APE) adalah sebagai bentuk pengakuan atas komitmen dan peran pada pimpinan kementerian atau lembaga dan pemerintah daerah dalam upaya mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender melalui strategi pengarusutamaan gender (PUG).

Penghargaan APE tahun ini telah diberikan Kementerian P2PA RI di Jakarta bulan ini. Ada tiga kategori penerima APE yaikni tingkat Pratama (Pemula), Tingkat Madya (Pengembangan) dan Tingkat Utama (Peletakan Dasar dan Keberlanjutan). Pemkot pada tahun ini menerima penghargaan APE tingkat pratama. (ags/b)

Penghargaan APE Bentuk Pengakuan Pemerintah Pusat Terhadap Pemda

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

To Top