Metro Kendari

Pemkot Kendari Bentuk Tim Koordinasi Layanan Publik Terintegrasi

Gagas Layanan Publik Satu Pintu

KENDARINEWS.COM — Pemkot Kendari telah melahirkan beberapa inovasi pelayanan berbasis aplikasi yakni diantaranya Aplikasi Jaga Kendari (Jari), Pajak Menyapa (Jakpa), Layanan Antrian Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan masih banyak lagi. Namun, inovasi yang dilahirkan harus diakses terpisah. Sedikit membingungkan warga. Atas dasar itu, Wali Kota Kendari membentuk tim kordinasi layanan publik yang nantinya bertugas untuk mengintegrasikan seluruh pelayanan digital kedalam satu aplikasi. Menjadi satu pintu.

Suasana pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) di kantor Disdukcapil Kota Kendari

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengaku telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) pembentukan tim kodinasi layanan publik terintegrasi di Kota Kendari. Sulkarnain berharap, perangkat daerah yang terlibat didalamnya agar serius melaksanakan tugasnya menghimpun dan mongkoneksikan seluruh aplikasi sehingga bisa diakses dengan mudah oleh masyarakat.

“Mudahan-mudahan upaya kita ini bisa mempercepat proses digitalisasi pelayanan kepada masyarakat. Ini sangat baik penting agar masyarakat bisa terlayani sepenuhnya, bisa mendapatkan pelayanan yang adil, dan terhindar dari pungli (pungutan liar) sekaligus meminimalisir perilaku Suap, Pungli dan Gratifikasi (SPG),” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kendari, Mohammad Nur Rasak mengatakan, pengintegrasian seluruh layanan kedalam satu aplikasi sangat penting dilakukan agar memudahkan masyarakat mengakses layanan dan mendapatkan pelayanan dari pemerintah. Terlebih d masa pandemi covid-19 saat ini yang masih belum memungkinkan orang bertatap muka. Nantinya lanjut dia, seluruh aplikasi yang ada akan diintegrasikan dalam Aplikasi kendarikota.go.id.

Saat ini, kata Rasak, sudah ada beberapa aplikasi yang tersemat dalam kendarikota.go.id, seperti aplikasi Layanan Interaktif Kendari (Laika), sistem persuratan (Simper), Jari, sistem informatika dan manajemen data pegawai (Si Mantap), Si TPPNS, Sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) dan informasi seputar perkembangan covid-19 di Kota Kendari.

Ke depan, pihaknya bakal bekerja sama dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk menghimpun aplikasi Jakpa kedalam aplikasi kendarikota.go.id. “Saat ini kami masih kembangkan semua. Nantinya melalui aplikasi tersebut, masyarakat yang hendak membayar pajak seperti PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) bisa melalui Jakpa. Sehingga tidak perlu keluar rumah atau antrian diteller bank,” kata Nur Rasak.

Selain untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses dan mendapatkan lahayanan secara cepat, pengintegrasian seluruh aplikasi ini dalam rangka mendukung visi Wali Kota yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017 – 2022 yakni menjadikan Kendari sebagai kota layak huni berbasis, ekologi (lingkungan), informasi dan teknologi. Untuk diketahui, aplikasi kendarikota.go.id bisa diunduh melalui Google Play Store maupun App Store.

Perlu diketahui pula, Pembentukan Tim Kordinasi Aplikasi Layanan Publik Integrasi Kendari berdasarkan Surat Keputusan (SK) Wali Kota Kendari Nomor 139 tahun 2021 tanggal 11 Februari 2021. Sesuai SK, tim ini diketuai oleh Sekot Kendari Nahwa Umar, Wakil Ketua Kepala Inspektorat Syarifuddin, Sekretaris Kepala Diskominfo Moh Nur Rasak. Sedangkan anggota terdiri dari Bappenda, Dinkes, DPMPTSP, Disdukcapi, Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, DLHK, BKPSDM, RSUD Kota Kendari, Bagian Pemerintahan dan Aspeklur se-Kota Kendari. (b/ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top